Polandia mengakuisisi sistem antidrone SAN senilai 4,2 miliar USD untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya

Sistem antidrone SAN yang dibeli Polandia dari PGZ dan KongsbergPit-Radwar

AIRSPACE REVIEW – Polandia pada 30 Januari 2026 telah menandatangani kontrak pertahanan besar senilai sekitar 4,2 miliar USD (Rp70,45 triliun) dengan konsorsium PGZ dan Kongsberg untuk mengakuisisi sistem antidrone SAN (System Antidronowy).

Sistem SAN dibangun di atas platform Kongsberg PROTECTOR yang sudah teruji di medan tempur, dikombinasikan dengan keahlian integrasi PGZ.

Sistem ini menggunakan MCT-30 Medium Caliber Turret tanpa awak dan Remote Weapon Station (RWS).

Persenjataan utama mencakup roket berpemandu 70 mm (seperti APKWS/Advanced Precision Kill Weapon System).

Sementara persenjataan sekunder meliputi kanon 35 mm dan 30 mm, senapan mesin 12,7 mm, serta penggunaan drone pencegat (interceptor drones) untuk menabrak target.

Sistem sensor SAN terintegrasi dengan radar canggih dari sub-kontraktor PGZ, yaitu APS (Advanced Protection Systems), yang mampu mendeteksi drone berukuran sangat kecil (drone nano) pada jarak jauh.

APS akan memasok komponen penting seperti sensor optoelektronik, peralatan peperangan elektronik, dan sistem komando.

Defence24 dari Polandia memberitakan, kontrak ini dijadwalkan untuk pengiriman antara tahun 2026 hingga 2028.

Akuisisi mencakup 18 baterai, 18 peleton komando, dan 52 peleton tembak SAN. Sistem ini secara otonom mamtu mendeteksi, mengklasifikasikan, dan menetralisir drone.

Sistem tersebut akan melibatkan sekitar 700 kendaraan militer terdiri dari 400 unit truk militer berbasis Jelcz dan 300 unit berbasis kendaraan taktis Igwana.

Polandia sebelumnya juga telah setuju untuk memperdalam kerja sama dengan Inggris dalam pertahanan rudal dan pelatihan helikopter.

Investasi ini merupakan bagian dari upaya Polandia untuk memperkuat kemampuan pertahanan udaranya, dengan total pengeluaran sekitar 70 miliar USD (Rp1.174,15 triliun), menjadikannya investasi pertahanan terbesar dalam militer Polandia.

“Ini adalah momen bersejarah, dan saya tidak pernah terlalu sering menggunakan frasa ini, tetapi hari ini kita benar-benar menyaksikan terobosan mutlak dalam hal pertahanan yang efektif dan efisien dari perbatasan timur Polandia, Eropa, dan NATO,” kata Perdana Menteri Polandia Donald Tusk. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *