Prancis kerahkan 20 jet tempur Rafale, lakukan simulasi serangan terhadap target Rusia menggunakan rudal jelajah jarak jauh SCALP

Rafale membawa drop tank - SCALP - MICA - MeteorAAE

AIRSPACE REVIEW – Prancis baru-baru ini telah menyelesaikan latihan pertempuran udara “melawan Rusia” dengan mengerahkan 20 jet tempur Rafale dari Pangkalan Udara Mont-de-Marsan ke beberapa lokasi lain seperti Cognac, Cazaux, Bordeaux, dan Clermont-Ferrand.

Dalam latihan bersandi “Topaze” tersebut dilaksanakan simulasi serangan menggunakan rudal jelajah jarak jauh SCALP (Système de Croisière Autonome à Longue Portée).

Jet Rafale dikerahkan dengan cepat, selain untuk menghindari serangan udara musuh, juga untuk melaksanakan serangan balasan lebih cepat terhadap target musuh.

Selain membawa SCALP, armada Rafale tersebut juga dilengkapi dengan tangki bahan bakar eksternal (drop tank) dan rudal udara ke udara MICA serta Meteor.

SCALP dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi yang dijaga ketat, seperti bunker beton, infrastruktur komunikasi, jembatan, dan pangkalan udara.

Desain bodi rudal ini memiliki fitur low-observability yang membuatnya sangat sulit dideteksi oleh radar pertahanan udara musuh.

SCALP menggunakan kombinasi GPS, Inertial Navigation, dan Terrain Reference Navigation untuk terbang sangat rendah guna menghindari radar.

Pada fase akhir (terminal), rudal ini menggunakan sensor inframerah (Imaging Infra-Red/IIR) untuk mencocokkan target dengan gambar yang tersimpan di memorinya.

Sementara rudal MICA (Missile d’Interception, de Combat et d’Autodéfense) adalah rudal udara ke udara jarak pendek hingga menengah, dengan jangkauan 60-80 km tergantung variannya.

MICA diklaim sangat efektif untuk pertempuran jarak dekat atau Within Visual Range (WVR).

Berkat teknologi Thrust Vector Control (TVC), rudal ini bisa bermanuver sangat ekstrem segera setelah lepas dari rel peluncur untuk mengejar pesawat musuh yang mencoba berkelit di jarak kurang dari 10 km.

Terkait rudal ini, dilaporkan bahwa Angkatan Udara Ukraina juga telah mulai mempersenjatai jet tempur Mirage 2000-5F sumbangan dari Prancis dengan rudal MICA.

Kemudian Meteor adalah rudal udara ke udara jarak jauh atau Beyond Visual Range Air-to-Air Missile (BVRAAM ) dengan jangkauan dilaporkan antara 100 km – 150 km.

Berbeda dengan rudal pada umumnya yang menggunakan motor roket padat standar, Meteor menggunakan mesin Ramjet padat dengan daya dorong variabel (Throttleable Ducted Rocket).

Rudal ini disiapkan untuk menghancurkan pesawat pencegat atau pesawat tanker musuh dari jarak yang sangat aman.

Dengan konfigurasi muatan yang telah disebutkan di atas, Rafale yang memiliki kapasitas muatan 9,5 ton dapat membawa 3 drop tank (satu di bawah badan, dua di bawah sayap), 2 SCALP, 2-4 MICA, dan 2 Meteor.

Sebagai jet tempur omnirole, Rafale memiliki 14 tiang gantungan (hardpoints) untuk Rafale C (versi kursi tunggal) dan Rafale M (versi kapal induk), serta 13 hardpoints pada Rafale B (versi kursi tandem).

Latihan “Topaze” yang melibatkan 20 jet tempur Rafale Prancis bertujuan untuk meningkatkan pengambilan keputusan yang cepat dan kesiapan tempur.

Meskipun tidak ada gambar peluncuran rudal SCALP yang sebenarnya selama latihan tersebut, Rafale kemungkinan besar melakukannya dengan menggunakan simulasi peluncuran.

“Kekuatan kolektif, semangat skadron, untuk bertindak cepat di mana pun. Dengan kelincahan, efisiensi, dan ketahanan,” tulis Angkatan Udara dan Antariksa Prancis (AAE) dalam sebuah pernyataannya. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *