AIRSPACE REVIEW – Rostec, perusahaan pertahanan negara, mengkonfirmasi telah mengirimkan sistem pertahanan udara jarak pendek Zubr baru ke unit-unit militer Rusia.
Sistem persenjataan tersebut akan dikerahkan untuk melindungi infrastruktur penting dari ancaman drone kamikaze yang diluncurkan pasukan Ukraina.
Sistem ini dikembangkan oleh High Precision Systems, berfungsi sebagai aset pertahanan titik, bukan sebagai pencegat strategis. Zubr memberikan perlindungan di sekitar target bernilai tinggi.
Zubr terdiri dari empat modul tempur, pos komando terpusat, dan radar, membentuk unit pertahanan udara mandiri.
Sistem ini dilengkapi dengan stasiun radar yang mampu mendeteksi target udara besar dan kecil, termasuk drone dengan jejak radar rendah sekalipun.
Radar tersebut menyediakan pelacakan target secara terus menerus setelah terdeteksi, memungkinkan sistem untuk beroperasi dengan input operator yang terbatas.
Zubr dilengkapi dengan empat senapan mesin otomatis PKTM dengan peluru kaliber 7.62×54 mm.
Sebelum diserahkan ke unit militer, dalam pengujian lapangan, diungkapkan sistem Zubr menunjukkan efektivitas yang tinggi terhadap target kecil dan berkecepatan tinggi.
Seperti diketahui, belakangan pasukan Ukraina semakin gencar menyerang target strategis di wilayah dalam Rusia seperti pabrik pendukung industri persenjataan dan depot bahan bakar.
Mereka menggunakan drone kamikaze yang dikembangkan secara lokal seperti UJ-22 Albome, UJ-24 Beaver, Mugin-5, Lyutyy, dan Morok.(RBS)

