AIRSPACE REVIEW – Panglima Angkatan Udara Arab Saudi (RSAF), Jenderal Turki bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud, pekan ini melakukan kunjungan strategis ke fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) di Sacheon, Korea Selatan.
Kunjungan tersebut mengindikasikan langkah serius Kerajaan Arab Saudi guna mengevaluasi opsi baru untuk memodernisasi penerbangan tempurnya.
Agenda tersebut mencakup inspeksi teknis, pertemuan dengan para eksekutif industri, dan presentasi terperinci tentang program jet tempur yang sedang dikembangkan, dengan penekanan khusus pada KF-21 Boramae.
Jenderal Al Saud mengunjungi markas besar dan jalur produksi KAI dan melihat langsung proses pengembangan dan perakitan pesawat.
KAI dalam keterangannya mengatakan, pembicaraan dengan delegasi Arab Saudi tidak hanya terbatas pada kemungkinan akuisisi KF-21, tetapi juga mencakup kerja sama dalam pemeliharaan, perbaikan dan perombakan, sistem pelatihan canggih untuk pilot dan teknisi, serta peluang partisipasi industri sesuai Visi Saudi 2030.
Selama kunjungan tersebut, delegasi Arab Saudi mendapat presentasi statis KF-21 dan menerima informasi terbaru tentang kemajuan program, tujuan kinerja, dan jadwal pengoperasian pesawat ini.
KF-21 baru-baru ini menyelesaikan fase penerbangan pengembangannya setelah misi verifikasi kinerja akhir, mengakhiri siklus yang dianggap penting untuk transisi ke produksi massal. Prototipe KF-21 telah meraih 1.600 jam terbang selama pengujiannya.
Rencananya, pesawat produksi pertama Boramae akan dikirimkan ke Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) pada paruh kedua tahun ini.
Para eksekutif KAI menekankan bahwa KF-21 dirancang dengan filosofi pertumbuhan bertahap, yang memungkinkan penggabungan sensor, senjata, dan kemampuan baru sepanjang masa operasionalnya.
Di antara konsep yang dipresentasikan kepada delegasi Saudi adalah inisiatif untuk integrasi dengan sistem tanpa awak, yang dikenal sebagai kerja sama berawak-tanpa awak, sebuah tren yang dianggap penting untuk operasi udara dalam skenario ancaman tinggi.
Jenis peta jalan teknologi ini semakin penting dalam keputusan pembelian negara-negara yang mencari fleksibilitas dan keberlanjutan investasi mereka.
Menurut laporan, Arab Saudi tertarik pada konsep manned-unmanned teaming (integrasi jet tempur dengan drone) yang sedang dikembangkan untuk KF-21.
Setelah kesulitan mendapatkan persetujuan pembelian F-35 dari Amerika Serikat karena berbagai kendala politik, Arab Saudi mencari opsi jet tempur generasi 4.5 yang memiliki fitur siluman. (RNS)


Memang agak kurang ajar itu Korsel nutupi bendera Indonesia dengan Bendera Arab Saudi dengan menampakan Bendera dia….
Terima saja, kontribusi kita kan cuma seuprit 😢
ToTnya GK jelas kok suruh bayar.. udh bener Prabowo GK usah bayar
kontribusi indonesia memang sedikit, tapi tidak harus juga korsel melanggar komitmen yg telah disepakati kedua negara, dan itu melukai perjanjian kerjasama, indonesia adalah negara berdaulat tdk bisa dipermainkan.
Lanjutkan dan bayarlah secepatnya ini pesawat keren jngn minta diskon lagi malu2in