AIRSPACE REVIEW – Rusia menyebut pembicaraan mendalam terkait kemungkinan akuisisi jet tempur generasi kelima Su-57 oleh India telah memasuki fase teknis lanjutan.
Negosiasi sedang berlangsung termasuk produksi berlisensi dan perakitan lokal Su-57 di India.
Kantor berita negara Rusia, TASS, pada 28 Januari 2026 mengutip pernyataan CEO United Aircraft Corporation (UAC) Vadim Badekha di pameran udara Wings India 2026 melaporkan hal itu.
Pameran Wings India sedang berlangsung di Bandara Begumpet, Hyderabad, Telangana, India hingga tanggal 31 Januari. UAC menghadirkan pesawat Il-114-300 dan SJ-100 Superjet, termasuk pertunjukan terbang, dalam pameran dua tahunan ini.
“Saat ini, kami berada dalam tahap teknis mendalam negosiasi kontrak ini (untuk Su-57). Kontrak semacam ini, mengingat pengalaman kami, menentukan arah kerja sama kami selama beberapa dekade mendatang,” kata Badekha kepada wartawan di sela-sela pameran.
Menurutnya, para pihak juga membahas produksi pesawat Su-57 di India di fasilitas yang saat ini digunakan untuk memproduksi pesawat Su-30, dan penggunaan maksimal industri India dan sistem India dalam pesawat ini.
“Oleh karena itu, kontrak tersebut membutuhkan studi yang ekstensif dan mendalam. Saat ini berada dalam tahap konsultasi teknis tingkat lanjut,” ujar dia.
Di hari dan acara yang sama, Rusia dan India melalui UAC dan HAL menandatangani kerja sama untuk memproduksi jet regional Superjet-100 di India.
Hal ini menunjukkan kemitraan kedirgantaraan kedua negara sedang diperluas ke sektor sipil juga.
Keuntungan Strategis India
Membeli dan memproduksi Su-57E secara lokal di India dinilai dapat memberikan New Delhi keuntungan strategis yang tidak ditawarkan Amerika Serikat dengan jet tempur F-35-nya.
Sebelumnya diberitakan, Rusia juga menawarkan kedaulatan teknologi dan akses Source Code kepada India.
Dalam hal persenjataan, India dapat memasang rudal buatan dalam negeri seperti rudal udara ke udara Astra dan rudal BrahMos-A ke dalam sistem Su-57, tanpa perizinan yang rumit.
India memiliki kendali penuh untuk memperbarui perangkat lunak pesawat di masa depan sesuai dengan kebutuhan ancaman spesifik di perbatasan mereka.
Kesepakatan tersebut akan melibatkan transfer teknologi ke Hindustan Aeronautics Limited (HAL), seperti halnya dalam produksi jet tempur Su-30MKI secara lokal oleh HAL.
Melalui Su-57, teknisi India akan belajar tentang struktur komposit dan pelapis penyerap radar (Radar-Absorbent Material), yang akan sangat berguna untuk proyek jet tempur siluman asli India, AMCA (Advanced Medium Combat Aircraft) domestik.
Su-57 dirancang memiliki cakupan radar yang lebih luas, memungkinkan pilot India mendeteksi ancaman dari sudut yang biasanya merupakan titik buta bagi pesawat siluman lain.
Angkatan Udara India (IAF) sudah sangat terbiasa dengan ekosistem Sukhoi (Su-30MKI), sehingga transisi logistik, pelatihan pilot, dan pemeliharaan akan lebih efisien.
Meski begitu, hingga saat ini pernyataan resmi terkait Su-57 baru datang dari satu pihak, yakni Rusia. Sementara India cenderung diam dan tak memberikan pernyataan kepada pers.
Untuk diketahui, India dengan AS saat ini juga sedang bernegosiasi guna mendapatkan mesin jet GE F414 yang akan digunakan pada jet tempur Tejas Mk2 India.
Mengonfirmasi pembicaraan dengan Rusia terkait Su-57 bisa mengganggu hubungan bilateral AS-India. Hal ini menjadi salah satu dilema terberat yang dihadapi New Delhi.
Faktor lainnya, India berulang kali disebut masih mengevaluasi performa Su-57, sehingga kemungkinan besar tidak mau memberikan pernyataan sebelum mengambil keputusan final. (RNS)

