AIRSPACE REVIEW – Perusahaan kedirgantaraan Turkish Aerospace Industries (TUSAS) mengatakan prototipe baru jet tempur siluman KAAN diperkirakan akan terbang pada Mei atau Juni 2026.
Informasi tersebut diungkapkan oleh CEO TUSAS, Mehmet Demiroglu, pada 23 Januari 2026 dalam sebuah wawancara dengan Saha Istanbul.
Sebelumnya, prototipe pertama KAAN (P0) telah sukses melakukan penerbangan perdananya pada 21 Februari 2024 dan disusul penerbangan kedua pada 6 Mei 2024.
Kini TUSAS sedang membangun tiga prototipe baru yang desainnya telah disempurnakan, yakni P1, P2, dan P3 yang disebut sebagai Block-0.
Pesawat pertama akan segera menjalani penerbangan perdananya, pesawat kedua dijadwalkan mengudara akhir 2026, dan yang ketiga pada awal 2027.
Selanjutnya, konfigurasi Block-10 dan Block-20 direncanakan untuk dikembangkan hingga tahun 2029. Dilanjutkan dengan produksi massal 10 hingga 20 unit Block-10/20, yang akan dikirimkan ke Angkatan Udara Turkiye antara tahun 2030 – 2033.
Bersamaan dengan tiga prototipe penerbangan baru tersebut, prototipe rekayasa pertama (P0) tetap akan digunakan, namun untuk pengujian darat saja.
Pesawat produksi awal dalam konfigurasi Block 10 dan Block 20 masih menggunakan mesin General Electric GE F110 sebagai solusi sementara.
Mesin buatan Amerika Serikat tersebut sudah digunakan pada jet tempur F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Turkiye dan didukung oleh infrastruktur pengujian dan pemeliharaan yang ada.
Secara paralel, mesin turbofan TF35000 buatan dalam negeri sedang dikembangkan oleh TR Motor dan TUSAS Engine Industries (TEI) untuk memenuhi kebutuhan propulsi secara penuh.
Targetnya adalah menyelesaikan mesin dan mengintegrasikannya dengan badan pesawat KAAN pada tahun 2032.
Integrasi mesin lokal ini diharapkan dapat mendukung produksi Block baru KAAN selanjutnya, memungkinkan Turkiye untuk mencapai otonomi propulsi strategis dan mengurangi ketergantungan pada pemasok asing.
Pertimbangan ekspor juga membentuk peta jalan propulsi. Perjanjian kerangka kerja dengan Indonesia, senilai 15 miliar USD, menempatkan Jakarta sebagai pelanggan ekspor pertama yang diharapkan untuk KAAN.
Indonesia telah mengindikasikan bahwa mereka siap menunggu konfigurasi KAAN bebas ITAR (International Traffic in Arms Regulations) yang dilengkapi dengan mesin buatan dalam negeri Turkiye daripada menerima pesawat yang ditenagai oleh mesin Amerika Serikat. (RBS)

