Permintaan meningkat, Diehl Defence akan genjot produksi rudal IRIS-T hingga 2.000 unit per tahun: Penggebuk target udara yang mumpuni dari Jerman

IRIS-TIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Menanggapi dinamika keamanan global yang kian memanas, raksasa pertahanan Jerman, Diehl Defence, mengumumkan rencana ambisius untuk melipatgandakan kapasitas produksinya.

Tidak tanggung-tanggung, produsen sistem pertahanan udara kebanggaan Eropa ini menargetkan output hingga 2.000 rudal IRIS-T per tahun.

Langkah ini sebagai jawaban atas tingginya permintaan amunisi dari Ukraina serta kebutuhan negara-negara NATO untuk memperkuat kembali “benteng langit” mereka dari ancaman modern.

CEO Diehl Defence, Helmut Rauch, di sela-sela Konferensi Keamanan dan Pertahanan Handelsblatt baru-baru ini mengungkapkan kepada media bahwa fasilitas produksi baru akan segera dibuka untuk memenuhi target tersebut.

Proyeksi ini menandakan peningkatan drastis sebesar 200 persen dibandingkan kapasitas saat ini, di mana pada tahun 2025 perusahaan menargetkan produksi di angka 800 hingga 1.000 rudal.

Kekurangan amunisi pertahanan udara memang telah menjadi tantangan kritis bagi Ukraina di tengah serangan udara yang terus berlanjut.

Meskipun sistem IRIS-T diklaim telah terbukti memiliki tingkat keberhasilan pencegatan hampir 100 persen, jumlah unit rudal yang tersedia di lapangan sering kali tidak mencukupi untuk menghadapi gelombang serangan drone dan rudal jelajah yang masif.

Guna mendukung percepatan ini, Diehl Defence telah menginvestasikan dana sebesar satu miliar euro per Agustus 2025.

Investasi ini tidak hanya berfokus pada perakitan rudal, tetapi juga pada peningkatan produksi unit sistem peluncur (baterai) IRIS-T SLM dan SLS, yang ditargetkan mencapai 16 unit per tahun.

Penting untuk dicatat bahwa angka 2.000 rudal tersebut mencakup seluruh keluarga besar IRIS-T. Ini berarti produksi akan terbagi untuk varian darat ke udara (SL) yang digunakan dalam pertahanan kota, serta varian udara ke udara yang dipasang pada jet-jet tempur modern seperti Eurofighter Typhoon.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan tidak hanya menutup celah kekurangan amunisi di Ukraina, tetapi juga memposisikan IRIS-T sebagai standar baru dalam teknologi pertahanan udara global yang kian presisi dan mematikan.

Keunggulan IRIS-T

IRIS-T, merupakan singkatan dari InfraRed Imaging System Tail/Thrust Vector-Controlled (TVC). Secara umum IRIS-T adalah keluarga sistem persenjataan Jerman yang sangat canggih, yang awalnya lahir sebagai rudal udara ke udara sebagai persenjataan untuk jet tempur.

Belakangan, rudal ini bertransformasi menjadi salah satu sistem pertahanan udara berbasis darat terbaik di dunia.

IRIS-T dikembangkan pada akhir 1990-an untuk menggantikan rudal AIM-9 Sidewinder milik AS yang digunakan oleh negara-negara NATO.

Rudal IRIS-T telah melengkapi beragam jet tempur untuk kebutuhan pertempuran udara ke udara jarak dekat.

Berbeda dengan rudal tua yang hanya “mengejar panas” dari knalpot pesawat musuh, IRIS-T memiliki kamera inframerah yang bisa “melihat” bentuk fisik target. Ini membuatnya sulit dikelabui oleh flares (umpan panas).

Karena performa rudalnya yang luar biasa, Diehl Defence mengembangkan IRIS-T versi berbasis darat yang kita kenal sekarang dengan nama IRIS-T SL (Surface Launched).

Ada tiga varian IRIS-T SL berdasarkan jangkauannya, yaitu IRIS-T SLS (Short Range) dengan jangkauan hingga 12 km dan ketinggian 8 km, kemudian IRIS-T SLM (Medium Range) dengan jangkauan hingga 40 km dan ketinggian 20 km, serta IRIS-T SLX (Long Range) dengan jangkauan hingga 80 km dan ketinggian 30 km.

IRIS-T SLS cocok untuk perlindungan titik dekat dari drone atau helikopter. IRIS SLM merupakan varian paling pepuler dan menjadi tulang punggung bagi pertahanan kota maupun objek vital. Sementara IRIS-T SLX masih dalam pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan jangkauannya.

Satu unit (baterai) IRIS-T di darat terdiri dari beberapa komponen. Komponen pertama adalah Radar, yang biasanya menggunakan radar TRML-4D. Radar ini mampu mendeteksi hingga 1.500 target secara bersamaan dalam radius 250 km.

Komponen kedua adalah Pusat Komando (TOC), yaitu kontainer yang berisi operator rudal (penembak).

Dan komponen ketiga adalah Peluncur (Launcher), yaitu truk yang membawa 8 tabung rudal yang bisa ditembakkan secara vertikal.

Ada beberapa alasan mengapa IRIS-T dianggap sangat mumpuni. Rudal ini efektif untuk menghancurkan rudal jelajah yang terbang rendah, drone kamikaze, helikopter, hingga jet tempur siluman.

IRIS-T tidak memancarkan sinyal radar, sehingga pesawat musuh sering kali tidak sadar bahwa mereka sedang dikunci sampai rudal sudah sangat dekat.

Rudal IRIS-T dilengkapi dengan teknologi TVC, mesin dari rudal ini bisa mengarahkan semburan gasnya untuk bisa berbelok sangat tajam untuk mengejar target.

Selain itu rudal ini bisa ditembakkan terlebih dahulu, dan baru kemudian mencari dan mengunci target saat sudah di udara dalam dalam istilah militer disebut memiliki kemampuan Lock-On After Launch (LOAL). (RNS)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *