Jangan kira murah, sekali klik tombol rudal Patriot sama dengan harga 22 rumah standar di BSD

MIM-104 PatriotUS Army

AIRSPACE REVIEW – Keputusan Amerika Serikat untuk mengirimkan rudal sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina, seperti diklaim oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zlensky usai pertemuan bilateralnya dengan Presiden AS Donald Trump di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026, dapat dipandang sebagai keputusan politik dan langkah militer yang sangat signifikan, di mana AS menunjukkan dukungan nyata bagi Ukraina untuk berperang melawan Rusia.

Sebelumnya Trump mendesak agar Ukraina dan Rusia segera mengakhiri perang, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin berkali-kali menegaskan bahwa bantuan sistem persenjataan ke Ukraina hanya akan menyebabkan perang terus berkepanjangan.

Menarik untuk mencermati bantuan rudal Patriot AS ke Ukraina. Dari sisi harga, sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot ini cukup mahal.

Satu baterai sistem Patriot dibanderol sekitar 1,1 miliar USD atau setara dengan Rp18,48 triliun. Sementara satu buah rudalnya saja berharga sekitar 4 juta USD (Rp67,2 miliar).

Ukraina telah menerima sistem Patriot dengan jumlah yang telah terpublikasi kurang lebih sebanyak 7-9 baterai penuh. Katakanlah memiliki 9 baterai penuh, artinya senilai 9,9 miliar USD (Rp166,32 triliun). Angka yang sangat besar.

Zelensky sendiri terus melobi sekutu untuk mencapai target total hingga 25 baterai Patriot guna melindungi seluruh wilayah udara Ukraina secara permanen.

Bayangkan betapa besar anggaran yang dibutuhkan untuk mendapatkan 25 baterai sistem Patriot, yaitu 27,5 miliar USD atau setara dengan Rp463,37 triliun!

Angka tersebut sama dengan estimasi biaya pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, di Indonesia, dari awal hingga tuntas.

AS berperan penting dalam terwujudnya transfer sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina. Sebab, tanpa izin Gedung Putih dan Kongres, negara-negara yang memiliki sistem ini tidak akan bisa mentransfernya ke Ukraina. AS dalam hal ini juga sebagai produsen sistem MIM-104 Patriot.

Selain AS, Jerman adalah negara “pendonor” utama Patriot ke Ukraina. Sementara Belanda, Rumania, Israel turut serta memasok komponen Patriot yang dibutuhkan Ukraina, termasuk amunisinya. Israel juga disebut sebagai pemasok sistem Patriot ke Ukraina melalui pihak ketiga.

Sementara itu, Denmark, Swedia, dan Norwegia berperan besar dalam pendanaan kolektif untuk membeli sistem baru atau rudal pencegat dari produsen guna dikirimkan ke Ukraina.

Semua transfer persenjataan sistem Patriot, tentunya tidak gratis karena merupakan bagian dari paket bantuan militer dari masing-masing negara yang menjadi “pendonor”.

Komponen Sistem Patriot

Sistem pertahanan udara Patriot dibuat oleh beberapa perusahaan besar AS. Bertindak selaku kontraktor utama sistem ini Raytheon Technologies (RTX) yang memproduksi sistem radar (AN/MPQ-65) dan stasiun kontrol darat (Engagement Control Station).

Kemudian ada Lockheed Martin yang memproduksi rudal pencegatnya, terutama varian PAC-3 dan PAC-3 MSE yang sangat canggih, serta Boeing yang memasok komponen untuk sensor dan hulu ledak rudal.

Satu baterai sistem Patriot terdiri dari beberapa komponen kunci. Pertama adalah radar set AN/MPQ-65 sebagai mata dari sistem ini. Radar ini sangat kuat karena mampu mendeteksi lebih dari 100 target sekaligus dalam jarak lebih dari 150 km. Radar bisa membedakan mana pesawat kawan, lawan, atau rudal balistik.

Komponen kedua adalah Engagement Control Station (ECS), yang merupakan otak dari sistem Patriot. Komponen ini adalah satu-satunya tempat yang diisi oleh operator manusia. Di sini, komputer canggih menghitung jalur intersepsi rudal.

Komponen ketiga adalah Stasiun Peluncur. Satu baterai Patriot bisa memiliki hingga delapan peluncur. Setiap peluncur dapat membawa 4 hingga 16 rudal, tergantung jenis variannya.

Komponen keempat adalah Antenna Mast Group, yaitu tiang antena untuk komunikasi data antar unit.

Dan komponen kelima adalah sistem pembangkit tenaga kelistrikan mandiri berupa generator untuk menghidupkan seluruh sistem di lapangan

Satu Rudal Patriot Seharga 22 Rumah Standar di BSD

Nah, sesuai judul dari tulisan ini yang menyoroti harga satu rudal untuk sistem Patriot, mari kita fokuskan ke sana.

Kita asumsikan saja bahwa yang dikatakan oleh Zelensky itu adalah akan mendapatkan rudal Patriot dari AS (rudalnya saja), bukan sistem keseluruhan.

Kalau yang dimaksud bahkan adalah sistem Patriot, itu tentunya akan lebih mahal lagi seperti telah diuraikan di atas.

Pernyataan pejabat sipil memang kadang seringkali “sumir”, sama seperti penyataan Trump bahwa AS telah memesan tambahan 25 pembeom B-2, apakah yang dimaksud sebenarnya adalah pembom B-21? Sebab, jalur produksi pembom B-2 sejatinya telah ditutup 25 tahun lalu dan untuk mengaktifkannya lagi butuh biaya besar selain biaya pembelian pesawatnya itu sendiri.

Satu rudal Patriot berharga sekitar 4 juta USD. Artinya sekali menekan tombol peluncur rudal ini, itu setara dengan Rp67,2 miliar.

Kalau kita analogikan dengan perbandingan yang sederhana, maka Rp67,2 miliar itu kurang lebih sama dengan harga 22 unit rumah standar untuk pasangan muda di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, yang berharga Rp3 miliar per unit rumah.

Perbandingan lainnya, harga satu butir rudal Patriot bila dianalogikan dengan biaya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Rp15.000 per anak, maka uangnya bisa digunakan untuk memberikan MBG kepada sekitar 4,5 juta anak sekolah dalam satu hari.

Apakah ini mahal? Tentu saja mahal karena yang dihadapi oleh Ukraina ini tidak saja serangan rudal Rusia, melainkan juga serangan puluhan bahkan ratusan drone Shahed-136/Geran-2 secara bertubi-tubi dalam satu serangan udara, yang apabila dibiarkan bisa membahayakan.

Padahal, harga satu unit drone Shahed-136/Geran-2 berkisar 18.000 hingga 30.000 USD (Rp300 juta – Rp500 juta).

Artinya, serangan 200 buah drone Shahed menyamai harga satu butir rudal pencegat Patriot.

Inilah salah satu dilema dari perang modern di mana persenjataan-persenjataan berharga murah telah muncul menjadi ancaman bagi fasilitas militer, infrastruktur, maupun persenjataan yang berharga sangat mahal.

Secara ekonomi, ini sangat merugikan, tapi secara strategis harus dilakukan Ukraina agar drone-drone Rusia tersebut berhasil dihancurkan di udara sebelum mengenai target vitalnya.

Sementara bagi Rusia, meluncurkan lebih banyak drone dalam satu serangan udara, antara lain adalah untuk menguras stok rudal Patriot.

Ukraina menjerit karena serangan udara masif yang dilakukan oleh Rusia. Sebagai balasannya, Ukraina melakukan serangan-serangan terencana dan mengejutkan terhadap pesawat-pesawat pengebom Rusia, kapal-kapal perang, dan sistem pertahanan udara menggunakan drone maupun kendaraan udara tak berawak bawah air.

Serangan balik Ukraina tersebut sering kali terasa lebih memukul Rusia dengan kerugaian yang masif dan Rusia sering kecolongan dalam hal ini. Ya kan? (RNS)

One Reply to “Jangan kira murah, sekali klik tombol rudal Patriot sama dengan harga 22 rumah standar di BSD”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *