AIRSPACE REVIEW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang pengiriman rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina.
Zelensky mengatakan hal itu saat berbicara dengan kaum muda di Forum Nasional Kedua Pemuda Berbakat. Ia menjawab pertanyaan tentang hasil kunjungannya ke Davos, Swiss.
“Saya berbicara dengan Presiden Trump, dan saya menerima – saya tidak akan mengatakan berapa banyak – rudal PAC-3 untuk sistem Patriot,” ujar Zelensky seperti diberitakan Ukrinform pada 23 Januari 2026.
Presiden Ukraina menambahkan bahwa kunjungannya ke Davos membahas isu-isu global dan tujuan praktis tertentu.
“Kami berbicara tentang masalah global, tetapi kami juga menyelesaikan masalah yang jelas mencerminkan mengapa saya pergi ke sana,” kata Zelensky.
Seperti dilaporkan media sebelumnya, selama kegiatan Ukraine House di Forum Ekonomi Dunia di Davos, tiga perjanjian yang bertujuan untuk pemulihan dan rekonstruksi di berbagai sektor ekonomi Ukraina, termasuk energi, telah ditandatangani.
Langkah Politik yang Signifikan
Keputusan AS untuk mengirimkan rudal Patriot ke Ukraina, seperti diklaim oleh Zlensky, dapat dipandang sebagai keputusan politik dan langkah militer yang sangat signifikan, di mana AS menunjukkan dukungan nyata bagi Ukraina untuk berperang melawan Rusia.
Sebelumnya Trump mendesak agar Ukraina dan Rusia segera mengakhiri perang, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin berkali-kali menegaskan bahwa bantuan sistem persenjataan ke Ukraina hanya akan menyebabkan perang terus berkepanjangan.
Sistem pertahanan udara Patriot merupakan sistem persenjataan yang sangat mahal. Satu baterai sistem ini bisa berharga sekitar 1,1 miliar USD (Rp18,48 triliun), dan satu butir rudal pencegat PAC-3 berharga sekitar 4 juta USD (Rp67,2 miliar).
Itulah mengapa keputusan negara seperti AS atau Jerman maupun negara lainnya untuk “menyumbangkan” sistem ini adalah langkah politik dan militer yang sangat signifikan.
Satu baterai sistem Patriot terdiri dari beberapa komponen kunci. Pertama adalah radar set AN/MPQ-65 sebagai mata dari sistem ini. Radar ini sangat kuat karena mampu mendeteksi lebih dari 100 target sekaligus dalam jarak lebih dari 150 km. Radar bisa membedakan mana pesawat kawan, lawan, atau rudal balistik.
Komponen kedua adalah Engagement Control Station (ECS), yang merupakan otak dari sistem Patriot. Komponen ini adalah satu-satunya tempat yang diisi oleh operator manusia. Di sini, komputer canggih menghitung jalur intersepsi rudal.
Komponen ketiga adalah Stasiun Peluncur. Satu baterai Patriot bisa memiliki hingga delapan peluncur. Setiap peluncur dapat membawa 4 hingga 16 rudal, tergantung jenis variannya.
Komponen keempat adalah Antenna Mast Group, yaitu tiang antena untuk komunikasi data antar unit.
Dan komponen kelima adalah sistem pembangkit tenaga kelistrikan mandiri berupa generator untuk menghidupkan seluruh sistem di lapangan. (RNS)

