Angkatan Darat Norwegia segera diperkuat MLRS lagi, kali ini dengan K239 Chunmoo dari Korea Selatan

Chunmoo MRLSHanhwa

AIRSPACE REVIEW – Norwegia dilaporkan akan mengakuisisi sistem roket artileri presisi jarak jauh dari Korea Selatan, K239 Chunmoo. Paket pengadaan senilai 1,91 miliar USD ini mencakup sistem peluncur, amunisi, pelatihan, serta dukungan logistik.

Kehadiran sistem MLRS baru ini akan kembali mempersenjatai Angkatan Darat Norwegia dengan senjata presisi jarak jauh.

Sebelumnya Angkatan Darat Norwegia mengoperasikan M270 MLRS buatan Amerika Serikat, namun telah dihapuskan setelah restrukturisasi kekuatan pada tahun 2000-an.

Dengan pensiunnya M270 tersebut, Norwegia tidak memiliki MLRS berat selama lebih dari dua dekade.

Ketiadaan senjata ini menyebabkan kesenjangan kemampuan, terutama karena lingkungan keamanan di Eropa Timur dan Arktik memburuk setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Kini, Angkatan Darat Norwegia bermaksud untuk mengembalikan kemampuan menyerang target pada jarak jauh, guna memperkuat pertahanan nasional serta mendukung NATO.

Sebelum ini, Norwegia tertarik dengan M142 HIMARS dari Amerika Serikat serta sistem MLRS EuroPULS. Namun akhirnya memilih K239 Chunmoo setelah mengevaluasi biaya, jangka waktu pengiriman, jangkauan rudal, dan kemampuan adaptasinya.

Dipilihnya K239 Chunmoo, diperkuat juga oleh kerja sama pertahanan antara Norwegia dan Korea Selatan sebelumnya, terutama melalui akuisisi sistem howitzer swagerak K9 VIDAR dan kendaraan pengisian ulang amunisi K10.

Mengenai K239 Chunmoo, sistem peluncur roket multilaras canggih ini diproduksi oleh perusahaan pertahanan Hanwha Group sejak 2013.

Untuk spesifikasinya, sistem K239 berbobot 25 ton, panjang 9 m, lebar 2,5 m, dan tinggi 3 m. Dibutuhkan tiga orang awak untuk mengoperasikannya.

Kendaraan pengusung roketnya berpenggerak 8X8, dibekali mesin diesel berdaya 400 hp. Sistem ini memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam dan jangkauan operasi 800 km.

K239 Chunmoo dibekali rak dengan pilihan berupa roket berpemandu kaliber 130 mm (untuk 20 roket) lalu 227 mm (12 roket) dan 239 mm (12 roket).

Jarak tembak efektifnya mencapai 36 km dengan roket 130 mm, 45 km untuk roket 227 mm, dan 80 km dengan roket berpemandu 239 mm. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *