AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat Prancis telah memulai pengujian kendaraan darat tak berawak (UGV) yang diberi nama Hermione. Pengujian dilaksanakan di Akademi Militer Saint-Cyr Coëtquidan, pada mnggu kedua Januari ini.
Uji coba tersebut dilakukan di bawah Program Pendragon Angkatan Darat, yang berfokus pada pengintegrasian sistem tempur berbasis kecerdasan buatan (AI) ke dalam operasi militer di masa depan.
Tujuan dari unit tempur pertama yang dikendalikan AI ini adalah untuk mengantisipasi peperangan di masa depan sekaligus mempercepat pengambilan keputusan dan efektivitas taktis.
UGV Hermione dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Prancis H2X-Defense yang berkolaborasi dengan PHU Lechmar dari Polandia.
Platform ini dirancang sebagai kendaraan darat tak berawak beroda modular yang mampu mendukung berbagai profil misi.
Terbilang kompak, Hermione berukuran panjang 3,3 m, lebar 1,85 m, dan tinggi 1,4 m, memiliki berat sekitar 700 kg dan menawarkan jarak bebas tanah (ground clearance) 30 cm.
Hermione memiliki kapasitas muatan 300 kg, dibekali sistem penggerak 4×4 yang memungkinkan kendaraan beroperasi di segala medan.
Sebagai tenaga penggeraknya, Hermione dibekali sel bahan bakar hidrogen yang terintegrasi ke dalam silinder bersertifikasi TPED, memasok energi ke motor listrik 8 kW yang terpasang di poros roda.
Kendaraan ini dilengkapi dengan paket baterai 25 kWh dan menawarkan daya tahan operasional hingga 20 jam. Kecepatan tertingginya mencapai 40 km/jam.
Pengujian di Saint-Cyr Coëtquidan bertujuan untuk menilai otonomi, mobilitas, kinerja energi, dan integrasi dengan jaringan komando dan kendali pada kendaraan.
Program Pendragon ini dirancang untuk bereksperimen dengan alat bantu pengambilan keputusan yang didukung AI, kerja sama berawak-tak berawak, dan pengenalan platform robotik ke dalam formasi infanteri dan kavaleri.
Uji coba yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan data yang akan membentuk persyaratan untuk unit robot operasional pertama pada tahun 2027. (RBS)

