Angkatan Laut AS mengungkapkan fregat FF(X) sebagai pengganti cepat proyek fregat kelas Constellation yang dibatalkan

Fregat baru FFX US NavyX/Chris Cavas

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut AS (USN) resmi merilis konsep fregat FF(X) di simposium Surface Navy Association (SNA) pada 15 Januari 2026. Di acara tersebut diperlihatkan kapal tempur permukaan kecil baru sebagai pengganti cepat proyek fregat kelas Constellation yang dibatalkan.

Untuk diketahui kelas Constellation adalah fregat rudal berpemandu multimisi yang didasarkan pada fregat multiguna Eropa atau FREMM buatan Fincantieri Marinette Marine, Italia.

Dari delapan kapal yang direncanakan, akhirnya hanya dua yang dibangun yakni Constellation (FFG-62) dan Congress (FFG-63). Sementara enam lainnya dibatalkan.

Desain FF(X) baru didasarkan pada lambung National Security Cutter (NCR) kelas Legend dengan modifikasi struktural terbatas untuk mengurangi risiko pengembangan dan mempercepat pengadaannya.

Direncanakan proyek FF(X) mendapatkan kontrak pada tahun 2026 ini.

Bila fregat kelas Constellation mencakup peran antiudara, antipermukaan, antikapal selam, dan peperangan elektromagnetik, maka pada FF(X) baru, fitur sistemnya dikurangi demi produksi yang lebih cepat.

Persenjataan pada FF(X) mencakup meriam laut utama 57 mm dan kanon 30 mm yang mendukung pertahanan jarak dekat, keamanan maritim, dan pertempuran melawan ancaman permukaan dan udara kecil.

Selain itu, FF(X) akan membawa 16 NSM (Naval Strike Missile) dan 48 sistem antidrone Hellfire, atau muatan kontainer tergantung pada persyaratan misi.

Sementara untuk sistem sensor pertahanan pada kapal mencakup radar pencarian udara SPS-77, rangkaian peperangan elektronik SLQ-32(V)6, dan dua peluncur umpan aktif Nulka untuk menangkal rudal antikapal yang datang.

Di bagian belakang tersedia dek untuk menampung helikopter kelas medium serbaguna atau pesawat nirawak untuk misi pengintaian dan pengawasan.

Berdasarkan informasi yang diungkapkan pada simposium SNA, kapal fregat FF(X) ini memiliki panjang 128,3 m, lebar 16,5 m), draf 6,7 m, dan bobot sekitar 4.750 ton.

Kapal dengan awak 148 orang ini dapat bertahan di laut selama 60 hari atau jangkauan 12.000 mil laut (22.224 km). Kecepatan maksimumnya sekitar 28 knot atau setara 52 km/jam. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *