Permintaan terhadap senjata Rusia meningkat, portofolio ekspor terbaru mencapai 70 miliar USD

Fasilitas produksi S-400 RusiaRuAviation

AIRSPACE REVIEW – Rusia mengatakan permintaan terhadap persenjataan yang dibuatnya meningkat dengan portofolio ekspor senjata terbaru telah meningkat menjadi 70 miliar USD. Hal ini dikatakan Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov dalam laporannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat.

Dikatakan bahwa peningkatan pesanan terhadap persenjataan Rusia tersebut dihasilkan oleh sistem yang digunakan dalam perang di Ukraina.

Manturov menegaskan ini adalah volume pesanan militer asing terbesar dalam sejarah Rusia di mana sebelum tahun 2022 pesanan ekspor senjata Rusia tidak pernah melebihi 55 miliar USD.

“Volume maksimum portofolio sebelum tahun 2022 adalah 55 miliar dolar. Hari ini merupakan rekor, yaitu 70 miliar dolar di bawah kontrak yang telah ditandatangani,” ujar Manturov kepada Putin.

“Saya pikir tren seperti itu akan berlanjut, karena peralatan yang diuji selama operasi militer khusus mempromosikan dirinya sendiri,” kata Manturov optimistis.

Dalam penjelasannya kepada Putin, Manturov menguraikan kategori senjata yang paling menarik perhatian di luar negeri.

“Pertama-tama, ini menyangkut sistem pertahanan udara, peralatan penerbangan, dan sistem roket peluncuran ganda. Ada minat besar pada sistem tanpa awak dan aset peperangan elektronik kami,” ujar dia.

Dalam perang di Ukraina, pasukan Rusia telah mengerahkan berbagai platform pertahanan udara, drone, dan senjata berpemandu.

Manturov mengakui bahwa ekspor masih terkendala karena kebutuhan perang Rusia sendiri.

Pada 26 Desember, ia mengatakan kepada media pemerintah bahwa pengiriman berdasarkan kontrak luar negeri ditunda karena Angkatan Bersenjata Rusia diprioritaskan.

“Kami memiliki banyak permintaan. Kami terpaksa, tentu saja, memprioritaskan tugas-tugas Kementerian Pertahanan, untuk menunda rencana pengiriman ke negara-negara sahabat kami, tetapi periode ini tidak jauh lagi, jadi kami pasti akan meningkatkan kerja sama militer-teknis,” jelasnya.

Industri pertahanan Rusia telah memperluas kapasitas produksi sejak awal tahun 2022, dengan pabrik-pabrik beralih ke produksi multi-shift dan memodernisasi fasilitas era Soviet untuk memenuhi kebutuhan perang dan ekspor.

Para pejabat telah menggambarkan ekspansi industri ini sebagai bukti ketahanan di bawah sanksi Barat, meskipun Rusia tetap bergantung pada elektronik dan komponen impor untuk banyak sistem.

Negara-negara yang membeli sistem militer Rusia termasuk mitra lama di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Lembaga pertahanan Rusia telah menyoroti kinerja nyata dari sistem seperti platform pertahanan udara S-300 dan S-400, drone Orion dan Lancet, serta sistem roket peluncuran ganda yang telah ditingkatkan. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *