Kosovo menerima rudal antitank OMTAS dari Turkiye

Rudal antitank OMTAS buatan Roketsan TurkiyeRoketsan

AIRSPACE REVIEW – Kosovo menerima pengiriman rudal antitank OMTAS buatan Turkiye guna meningkatkan pertahanan berlapis terhadap ancaman lapis baja musuh.

Menteri Pertahanan Kosovo Ejup Maqedonci mengatakan sistem tersebut diperoleh melalui kontrak yang ditandatangani pada Desember 2023 dengan produsen milik negara Turkiye, Roketsan.

Pengiriman terbaru ini menambah persediaan senjata antitank modern Kosovo yang terus bertambah.

OMTAS (Orta Menzilli Tanksavar Silah) adalah rudal berpemandu jarak menengah, jenis fire-and-forget yang dirancang untuk mengalahkan kendaraan lapis baja modern dan posisi yang diperkuat.

Sistem ini dapat diluncurkan dari tripod atau kendaraan dan dioptimalkan untuk fleksibilitas dalam operasi konvensional dan defensif.

Peningkatan kuantitas dan variasi sistem antitank, lanjut Maqedonci, dimaksudkan untuk meningkatkan fleksibilitas operasional Pasukan Keamanan Kosovo, sehingga memungkinkan unit untuk merespons lebih efektif di berbagai skenario daripada hanya mengandalkan satu senjata.

Kontrak pengadaan rudal antitank ini juga menunjukkan semakin eratnya hubungan pertahanan Kosovo dengan Turkiye.

Di luar Kosovo, OMTAS paling banyak digunakan oleh Angkatan Bersenjata Turkiye, yang mengoperasikan rudal ini mulai pertengahan tahun 2010-an sebagai pengganti sistem berpemandu kawat yang lebih tua.

Sejak saat itu, rudal ini telah menjadi senjata antitank standar di seluruh pasukan darat Turki dan telah diintegrasikan ke dalam konfigurasi infanteri dan kendaraan.

OMTAS yang juga dikenal dengan nama Mızrak-O, merupakan rudal antitank dengan sistem pencari pencitraan inframerah. Rudal ini dapat dioperasikan pada siang dan malam hari dalam semua kondisi cuaca.

Dengan metode Tembak dan Lupakan, rudal ini dapat mengunci target sebelum diluncurkan dan terbang menuju target secara mandiri dan setelah itu operator dapat segera berlindung atau bergerak.

Rudal ini juga memiliki mode Fire-and-Update menggunakan link data frekuensi radio (RF) antara peluncur dan rudal.

Mode ini memungkinkan operator untuk memperbarui titik serangan pada target, mengganti target selama penerbangan, menembak dari posisi tersembunyi (fire-behind-cover), dan mengunci target setelah peluncuran (lock-on after launch). (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *