Rusia meluncurkan serangan rudal Oreshnik ke wilayah Lviv, AS peringatkan warga untuk cari tempat perlindungan

Rusia serang kota Lviv dengan rudal OreshnikVia X

AIRSPACE REVIEW – Rusia pada Kamis malam telah meluncurkan serangan menggunakan rudal hipersonik Oreshnik terhadap target infrastruktur di wilayah Lviv, Ukraina barat, kata para pejabat di wilayah tersebut pada Jumat pagi, dikutip Reuters.

Walikota Lviv Andriy Sadovyi dan gubernur regional Maksym Kozytskyi, melalui Telegram, hanya sedikit berkomentar tentang serangan tersebut dan tidak memberikan komentar kemungkinan penggunaan rudal hipersonik Oreshnik oleh Rusia.

Kozytskyi mengatakan para ahli sedang memeriksa area tempat serangan terjadi.

Media Ukraina mengutip Komando Barat Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa rudal balistik Rusia telah digunakan. Rudal itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi, hampir 13.000 km/jam (8.000 mph).

Bila penggunaan Oreshnik terkonfirmasi, maka ini adalah penggunaan kedua kalinya oleh Rusia dalam perang dengan Ukraina.

Sebelumnya, Rusia telah menembakkan rudal Oreshnik ke Kota Dnipro di Ukraina pada November 2024.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan daya hancur Oreshnik sebanding dengan senjata nuklir, bahkan ketika dilengkapi dengan hulu ledak konvensional.

Angkatan Udara Ukraina telah memperingatkan ancaman rudal yang ditembakkan dari tempat uji coba Rusia di Kapustin Yar, lokasi Oreshnik ditempatkan di Rusia tenggara, selain yang terbaru di Belarus.

Sehari sebelum terjadi serangan, media Ukraina melaporkan bahwa Rusia dapat melancarkan serangan Oreshnik MIRV malam ini (tadi malam).

Kedutaan Besar AS dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga memperingatkan tentang serangan udara Rusia yang besar namun tidak spesifik.

Kedutaan Besar AS di Ukraina mendesak kesiapan tempat perlindungan segera bagi warega di Ukraina.

Oreshnik adalah Rudal Balistik Jarak Menengah (IRBM) hipersonik yang dikembangkan Rusia.

Salah satu spesifikasi yang paling menonjol adalah kecepatan terbangnya yang mampu melampaui Mach 10 (sepuluh kali kecepatan suara) atau sekitar 12.300 km/jam.

Kecepatan ekstrem ini menjadikannya sangat sulit, bahkan hampir mustahil, untuk dicegat oleh sistem pertahanan rudal yang ada saat ini.

Rudal ini dilaporkan mampu membawa beberapa hulu ledak (Multiple Independent Reentry Vehicles/MIRV), yang dapat mencakup enam hingga delapan hulu ledak, baik konvensional maupun yang berkemampuan nuklir.

Oreshnik juga mampu melakukan manuver di tengah penerbangan. Kemampuan bermanuver pada kecepatan hipersonik ini meningkatkan kesulitannya untuk dilacak dan dicegat. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *