AS berupaya mencegat kapal tanker Rusia yang mengangkut minyak Venezuela

Kapal Marinera di Laut KaribiaIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat dilaporkan sedang mempersiapkan kemungkinan pencegatan kapal tanker minyak berbendera Rusia di Samudra Atlantik sebagai bagian dari kampanye penegakan hukum maritim yang diperluas terhadap pengiriman energi yang dikenai sanksi.

Sumber intelijen AS mengatakan hal itu dikutip oleh CBS News pada 5 Januari.

Kapal Rusia tersebut, yang sekarang beroperasi dengan nama Marinera, mengangkut minyak mentah Venezuela.

Sebelumnya kapal tersebut berlayar dengan nama Bella 1 berbendera Panama. Kapal ini juga pernah dimiliki oleh perusahaan Turkiye sebelum didaftarkan ulang sebagai kapal Rusia, lanjut sumber tadi.

Menurut para pejabat yang mengetahui rencana tersebut, pasukan AS sedang mempertimbangkan untuk menaiki kapal tanker tersebut paling cepat minggu ini.

Namun demikian, operasi tersebut masih dapat dibatalkan tergantung pada kondisi di laut dan perkembangan diplomatik.

Kapal Marinera telah dikenai sanksi oleh AS sejak tahun 2024 karena dugaan perannya dalam mengangkut minyak Rusia, Iran, dan Venezuela atas nama Hizbullah dan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Otoritas AS menganggap kapal tanker tersebut sebagai bagian dari “armada bayangan” Rusia, yaitu sebuah jaringan kapal yang digunakan untuk menghindari sanksi internasional terhadap ekspor energi.

Pada Desember 2025, Penjaga Pantai Amerika Serikat mulai melacak dan mengejar Bella 1 di Atlantik.

Upaya tersebut kemudian dihentikan setelah kapal itu dialihkan ke pemilik baru dan berganti nama menjadi Marinera berbendera Rusia.

Kapal tanker tersebut diketahui mencantumkan Sochi sebagai pelabuhan asalnya.

Washington sebelumnya telah menyita dua kapal tanker yang membawa minyak Venezuela, yaitu The Skipper dan Centuries, dalam kampanye penegakan hukum yang sama.

Sementara itu, Rusia secara resmi telah melayangkan protes pengejaran kapal Marinera dan mengirimkan nota diplomatik kepada Washington yang menuntut agar AS menghentikan upaya untuk mencegat kapal tanker tersebut.

CBS News juga melaporkan bahwa pejabat intelijen AS telah mengetahui adanya diskusi di antara otoritas Venezuela tentang penempatan personel bersenjata di atas kapal tanker minyak, yang menyamar sebagai awak sipil.

Diskusi-diskusi tersebut dilaporkan terjadi sebelum operasi AS baru-baru ini yang menyebabkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.

Para pejabat yang mengetahui perencanaan saat ini mengatakan Washington lebih memilih untuk menyita kapal tersebut daripada menenggelamkannya. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *