AIRSPACE REVIEW – Pemimpin Korea Utara memerintahkan secara khusus untuk meningkatkan produksi rudal antitank berpemandu buatan dalam negeri Bulsae-4 menuju manufaktur serial skala besar.
Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan Kim yang sedang menginspeksi jalur produksi Bulsae-4.
Kim menekankan bahwa sistem senjata berpemandu, dalam jangka panjang, bahkan dapat menggantikan sistem roket peluncuran ganda.
Pada saat yang sama, seperti diberitakan Defense Express, beberapa sumber terbuka mengklaim bahwa sistem Bulsae-4 telah mengalami modernisasi berdasarkan pengalaman di medan perang Ukraina.
Klaim tersebut juga menunjukkan kemungkinan bantuan teknis Rusia dalam penyempurnaan sistem tersebut.
Laporan-laporan tersebut terkait erat dengan harapan akan pengiriman sistem Bulsae-4 yang berkelanjutan dan berpotensi meningkat ke Rusia.
Laporan pertama tentang penggunaan sistem Bulsae-4 dalam pertempuran di Ukraina muncul pada musim panas 2024, tetapi kemudian mendapat bantahan.
Pada Agustus di tahun yang sama, Bulsae-4 didokumentasikan berada di tangan personel Korea Utara yang bertempur bersama pasukan Rusia melawan Ukraina.
Secara teknis, sistem Bulsae-4 menonjol karena kemampuan serangannya yang diklaim tanpa garis pandang (Non-Line-of-Sight/NLOS), memungkinkannya untuk menyerang target di luar jangkauan visual langsung.
Jangkauan efektifnya yang banyak dikutip adalah sekitar 10 km, menempatkannya jauh di atas sebagian besar ATGM konvensional dalam hal jangkauan.
Sumber-sumber Korea Utara telah menyatakan jangkauan maksimum hingga 25 km, meskipun angka tersebut dinilai berlebihan.
Meski demikian, kombinasi jangkauan yang diperluas, fungsi NLOS, dan kapasitas produksi yang terus meningkat menjadikan sistem Bulsae-4 sebagai elemen penting dalam modernisasi kekuatan Korea Utara, yang juga ditransfer ke Rusia. (RNS)

