AIRSPACE REVIEW – Amerika Serikat mengerahkan total 150 pesawat (termasuk helikopter dan drone) dan melakukan persiapan berbulan-bulan sebelum akhirnya sukses menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya di Kompleks Istana Presiden di Caracas pada Sabtu dini hari, tanggal 3 Januari 2026.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan “Raizin” Caine dalam konferensi pers mengenai “Operation Absolute Resolve” – operasi militer yang dilancarkan untuk penangkapan Presiden Venezuela, menerangkan tahapan operasi yang dilaksanakan pasukan AS.
Dikatakan bahwa persiapan operasi ini memakan waktu beberapa bulan dan bukan operasi yang bersifat keputusan spontan.
Caine menekankan presisi intelijen, sebuah operasi gabungan yang melibatkan Badan Intelijen Pusat (CIA) dan unit-unit lainnya.
Detailnya data intelijen yang didapat, bahkan pasukan AS sampai tahu apa yang dimakan Maduro, apa yang dia pakai, dan hewan aja saja yang ia pelihara.
“Setelah berbulan-bulan tim intelijen kami bekerja untuk menemukan Maduro dan memahami bagaimana ia bergerak, di mana ia tinggal, ke mana ia bepergian, apa yang ia makan, apa yang ia kenakan, apa saja hewan peliharaannya,” ujar Caine yang dalam konferensi itu bersama Presiden AS Donald Trump, Menteri Perang AS Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan pejabat tinggi penting lainnya.
Dijelaskan pula bahwa pasukan khusus AS berlatih berulang kali di replika kompleks kediaman Maduro untuk memastikan kesuksesan yang cepat.
Detail Pelaksanaan Operasi
Caine membeberkan besarnya pengerahan militer AS, yang mencapai total 150 pesawat (termasuk helikopter) terlibat dalam operasi tersebut.
Pasukan AS, ujar dia, tiba di kompleks Maduro pukul 01.01 pagi waktu setempat.
Helikopter yang membawa pasukan khusus AS mendapat serangan saat mendekati target, dan AS kemudian membalas serangan tersebut.
:”Helikopter diserang, tetapi membalas serangan itu dengan kekuatan dan pembelaan diri yang luar biasa.”
Caine menyebut prajurit yang terlibat dalam operasi ini berusia paling muda 20 tahun dan yang paling tua 49 tahun.
Ia memuji para prajurit AS yang berada di darat maupun di helikopter di atas Caracas, bersedia mengorbankan nyawa mereka dalam operasi militer tersebut.
Pasukan AS berhasil masuk ke kediaman Maduro untuk kemudian menangkap orang nomor satu di Venezuela itu bersama istrinya.
Setelah berhasil menangkap, proses ekstraksi pun segera dilakukan. Maduro dan istrinya diangkut menggunakan helikopter menuju kapal serbu amfibi Angkatan Laut AS, USS Iwo Jima (LHD-7) di Karibia.
“Pasukan tersebut berada di atas perairan pada pukul 03.29 pagi waktu setempat dengan orang-orang yang didakwa (Maduro dan istrirnya) di dalamnya,” jelas Caine.
Caine menambahkan bahwa Semua prajurit AS selamat. “Meskipun ada beberapa yang terluka, tidak ada korban tewas”.
Caine juga menyebut faktor cuaca yang cukup cerah untuk misi melaksnakan misi tersebut sehingga para penerbang dapat beroperasi. (RNS)


Ha..ha..simple saja…jendral mau gk jd presiden?tak bantu lah… buktinya tdk ada senapan berbunyi,manpad,dll … Maduro said ” Anjay…ada londo Ireng di negara ku…”