AIRSPACE REVIEW – Keamanan di Bandara Shannon, Irlandia, kembali menghadapi kritik tajam setelah seorang pria nekat menerobos area terlarang dan melakukan pengrusakan terhadap pesawat militer Amerika Serikat pada Sabtu pagi (11/4).
Insiden yang memicu alarm bandara sekitar pukul 09.45 waktu setempat ini melibatkan pesawat angkut C-130 Hercules milik Angkatan Udara AS (USAF) yang tengah parkir di area taxiway terpencil.
Pelaku yang diketahui merupakan seorang pria berusia 40-an tahun berhasil menembus perimeter bandara dan langsung menuju pesawat militer tersebut.
Dalam sebuah aksi yang terekam kamera dari kejauhan, pria itu terlihat memanjat sayap pesawat dan berulang kali menghantamkan sebuah kapak logam ke arah badan pesawat (fuselage), sayap, hingga bagian stabiliser vertikal.
Aksi ini menyebabkan kerusakan ekstensif pada aset militer strategis tersebut sebelum petugas keamanan berhasil melakukan intervensi.
Respons cepat segera dikerahkan dengan melibatkan Kepolisian Irlandia (Garda), unit detektif bersenjata, Unit Dukungan Bersenjata (ASU), hingga personel Pasukan Pertahanan Irlandia.
Petugas bandara bahkan harus menggunakan tangga bergerak untuk menjangkau pelaku yang masih berada di atas pesawat sebelum akhirnya berhasil meringkusnya sekitar pukul 11.00 siang.
Akibat insiden ini, seluruh operasional di Bandara Shannon sempat dihentikan total selama kurang lebih 30 menit demi memastikan keamanan landasan pacu sebelum akhirnya dibuka kembali untuk penerbangan sipil.
Juru bicara Garda menyatakan bahwa pelaku saat ini ditahan di bawah Pasal 4 Undang-Undang Peradilan Pidana 1984 di sebuah kantor polisi di wilayah Clare/Tipperary untuk menjalani pemeriksaan intensif atas dugaan pengrusakan kriminal.
Investigasi kini tengah difokuskan pada bagaimana pria bersenjata tajam tersebut dapat menerobos pagar pembatas bandara tanpa terdeteksi lebih awal, mengingat lokasi tersebut seharusnya berada di bawah pengawasan ketat.
Kejadian ini menambah panjang daftar lubang keamanan di Bandara Shannon yang selama ini menjadi titik transit logistik militer Amerika Serikat menuju berbagai zona konflik.
Insiden serupa juga sempat tercatat pada November 2025 ketika sebuah van berhasil menembus area terlarang, serta serangkaian aksi protes dari aktivis anti-perang yang terus menyuarakan penolakan terhadap penggunaan fasilitas sipil Irlandia oleh kekuatan militer asing.
Media setempat melaporkan, hingga saat ini pihak otoritas bandara masih melakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang perimeter untuk mengidentifikasi celah keamanan yang digunakan oleh pelaku. (RNS)

