AIRSPACE REVIEW – Proyek ambisius pertahanan rudal Amerika Serikat yang dikenal sebagai “Golden Dome” (Kubah Emas) diprediksi akan menghadapi hambatan besar, kecuali Pentagon segera mengintegrasikan lapisan logistik di luar angkasa.
Menurut laporan industri yang diterbitkan oleh Breaking Defense, kemampuan untuk melakukan servis, pengisian bahan bakar, dan perbaikan satelit di orbit adalah “kunci” yang saat ini masih absen dari arsitektur pertahanan tersebut.
Inisiatif Golden Dome dirancang sebagai perisai berlapis untuk menangani ancaman rudal balistik, hipersonik, hingga pesawat tak berawak.
Namun, sistem ini sangat bergantung pada ribuan satelit di berbagai orbit (LEO, MEO, dan GEO).
Tanpa infrastruktur logistik, sistem ini rentan terhadap beberapa masalah.
Pertama, keterbatasan bahan bakar. Satelit pencegat (interceptors) memerlukan manuver intensif untuk mengejar target. Tanpa pengisian bahan bakar, masa pakai mereka akan sangat singkat.
Kedua, keausan teknis. Sensor sensitif yang rusak akibat radiasi atau taburan puing ruang angkasa dapat menciptakan “lubang” pada perisai pertahanan.
Ketiga, risiko serangan. Dalam skenario konflik, musuh kemungkinan besar akan menargetkan satelit pemantau. Kemampuan untuk memperbaiki atau mengganti modul satelit secara cepat di orbit menjadi sangat krusial.
Dalam artikel opini yang dirilis di platform tersebut, Astroscale U.S. (perusahaan asal Jepang yang berperan sebagai penyedia teknologi “bengkel”) menekankan bahwa logistik on-orbit bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan kebutuhan operasional.
Perusahaan ini mengusulkan armada pesawat servis yang mampu memindahkan satelit ke koordinat baru untuk menutupi celah cakupan, melakukan perbaikan fisik atau pembaruan perangkat keras secara modular, dan memperpanjang masa pakai aset bernilai miliaran dolar tanpa harus meluncurkan satelit baru.
Pemerintah AS telah mengalokasikan anggaran besar untuk Golden Dome dalam beberapa tahun terakhir, termasuk lonjakan dana pada tahun fiskal 2027 untuk Space Data Network dan konstelasi pelacak rudal.
Para ahli memperingatkan bahwa membangun “Kubah” tanpa sistem pemeliharaan yang mumpuni ibarat membangun armada kapal perang tanpa adanya kapal tanker atau galangan kapal untuk perbaikan.
Maka, agar Golden Dome benar-benar menjadi “tak tertembus”, Pentagon disarankan harus beralih dari pola pikir “satelit sekali pakai” menuju arsitektur yang dinamis dan dapat diperbaiki.
Logistik di orbit akan menentukan apakah perisai ruang angkasa ini tetap berdiri tegak atau perlahan runtuh karena kendala teknis dan biaya operasional yang membengkak. (RNS)

