AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) telah secara resmi meluncurkan Program Bonus Penerbangan (AvB) Tahun Fiskal 2026 sebagai langkah drastis untuk membendung eksodus pilot ke sektor swasta.
Banyak orang yang bertanya, memangnya gaji pilot USAF berapa, hingga mereka tergiur untuk berpindah haluan menjadi pilot maskapai sipil.
Dengan tawaran bonus dari USAF bagi para penerbangnya untuk terus mengabdi sebagai personel Angkatan Udara AS, minat untuk tetap bertahan dan bahkan minat dari para calon penerbang baru tampaknya akan meningkat.
Menjadi pilot di USAF sejatinya bukan sekadar mengejar gaji pokok, melainkan paket lengkap yang mencakup tunjangan hidup, bonus retensi fantastis, serta kesempatan mengoperasikan alutsista tercanggih di dunia.
Disarikan dari berbagai sumber, struktur penggajian di USAF ini sangat sistematis, dan tentu saja bergantung pada pangkat, masa jabatan, serta kualifikasi penerbangan yang dimiliki oleh personel bersangkutan.
Di puncak hierarki, posisi Chief of Staff of the Air Force (CSAF) yang kini dijabat Jenderal Kenneth S. Wilsbach memiliki gaji pokok yang dibatasi regulasi federal di angka 18.999 USD (sekitar Rp300 juta) per bulan.
Jika menggabungkan tunjangan perumahan dan insentif lainnya, total kompensasi tahunan seorang CSAF diperkirakan melampaui 300.000 dolar AS (sekitar Rp4,74 miliar) atau Rp395 juta per bulan.
Untuk jajaran perwira tinggi lainnya (jenderal bintang satu hingga tiga), seorang Brigadir Jenderal (O-7) mengantongi gaji pokok antara 11.000 hingga 17.000 USD (sekitar Rp173,8 juta – Rp268,6 juta) per bulan.
Selain gaji pokok, para jenderal ini tetap menerima Aviation Incentive Pay atau tunjangan terbang sebesar 200 hingga 1.000 dolar AS (sekitar Rp3,1 juta – Rp15,8 juta) per bulan.
Pada level Letnan Kolonel (O-5) dan Kolonel (O-6), gaji pokok berkisar antara 87.000 hingga 124.000 USD (sekitar Rp1,37 miliar – Rp1,95 miliar) per tahun atau Rp114,5 juta – Rp163,2 juta.
Untuk menjaga agar mereka tidak pindah ke maskapai swasta, USAF memberikan bonus retensi penerbangan hingga 50.000 USD (sekitar Rp790 juta) per tahun, sehingga total pendapatan mereka bisa menembus 200.000 USD (sekitar Rp3,16 miliar) atau Rp263,3 juta per bulan.
Untuk pangkat Mayor (O-4), total pendapatan per bulan berkisar antara 12.500 hingga 14.166 USD (sekitar Rp197,5 juta hingga Rp223,8 juta).
Sementara untuk pangkat Kapten (O-3), total pendapatan per bulan berada di rentang 9.583 hingga 12.916 USD (sekitar Rp151,4 juta hingga Rp204 juta).
Angka-angka bulanan ini merupakan total kompensasi (total compensation), yang artinya sudah termasuk gaji pokok, tunjangan perumahan, tunjangan makan, serta insentif terbang yang mereka terima setiap bulannya.
Meskipun angka ini mungkin di bawah pilot senior maskapai besar, kebanggaan menerbangkan jet tempur memberikan kepuasan profesional yang tidak bisa dinilai hanya dengan materi.
Penting dicatat bahwa banyak juga dari mereka yang menjadi pilot USAF memang karena sudah cita-cita dari kecil. Menjadi pilot USAF adalah kebanggaan terbesar bagi mereka. (RNS)

