AIRSPACE REVIEW – Dalam sebuah langkah yang menegaskan dominasi pertahanan regionalnya, perusahaan pertahanan raksasa Turkiye, Roketsan, secara resmi memamerkan sistem rudal balistik terbaru yang memiliki dimensi jauh lebih besar dan daya jangkau yang lebih luas.
Prosesi pengenalan alutsista strategis ini dilakukan di Kampus Roketsan Lalahan, Ankara, bertepatan dengan peresmian fasilitas produksi bahan bakar dan hulu ledak mutakhir oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada 7 April 2026.
Rudal yang diidentifikasi oleh para ahli sebagai bagian dari proyek Cenk atau pengembangan lanjut dari seri Tayfun ini menunjukkan perubahan desain yang signifikan:
Untuk pertama kalinya, Roketsan menggunakan konfigurasi Truk Derman 8X8 dan trailer khusus.
Penggunaan trailer ini mengonfirmasi bahwa berat rudal telah meningkat pesat melampaui kapasitas truk tunggal standar.
Turdef melaporkan, rudal yang dipamerkan diperkirakan memiliki diameter mendekati 1 m (938 mm) dengan panjang mencapai 10 m.
Dengan volume bahan bakar yang lebih besar, rudal ini diprediksi mampu menjangkau target di atas 1.500 km hingga 2.000 km, menjadikannya senjata dengan jangkauan antarkawasan yang mampu menjangkau titik-titik krusial di Eropa dan Timur Tengah.
Tidak hanya soal ukuran, rudal ini dilengkapi dengan teknologi Manoeuvrable Re-entry Vehicle (MaRV).
Kehadiran sirip kontrol pada bagian hulu ledak memungkinkan rudal untuk melakukan manuver tajam saat memasuki atmosfer kembali, sehingga sangat sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Pemilihan lokasi pameran di Kampus Lalahan bukan tanpa alasan. Di lokasi ini pula, Turki meresmikan fasilitas produksi massal untuk bahan bakar roket padat guna mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor.
Turkiye menginvestasikan 3 miliar USD dalam ekosistem ini dan mulai tahun 2026, seluruh rantai produksi rudal balistik jarak jauh dilakukan sepenuhnya di dalam negeri. (RNS)

