Jepang mulai kerahkan kapal perusak pertama yang dibekali rudal Tomahawk untuk misi serangan jarak jauh

JS ChokaiJapan MoD

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Jepang (JMSDF) mulai mengerakkan JS Chokai (DDG-176), kapal perusak pertama yang dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk untuk misi serangan jarak jauh.

Modifikasi peningkatan pada kapal perusak ini dilaksanakan di Amerika Serikat yang memakan waktu satu tahun, seperti diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan Jepang.

Langkah ini menandai pergeseran penting menuju kemampuan Jepang untuk menyerang ancaman jarak jauh di seluruh wilayah Asia Timur Laut.

Rudal jelajah Tomahawk dapat diandalkan untuk serangan terhadap target yang diperkuat, termasuk lokasi rudal dan pusat komando, dengan jangkauan tembak hingga 1.600 km.

Kapal JS Chokai merupakan kapal perusak rudal berpemandu pertama Jepang yang dilengkapi dengan sistem Aegis Amerika Serikat serta dikonfigurasi untuk menembakkan Rudal Serangan Darat Tomahawk (TLAM).

Rudal jelajah subsonik ini dirancang untuk serangan presisi terhadap target bernilai tinggi, yang menggunakan kombinasi navigasi inersia, pencocokan kontur medan, dan panduan satelit untuk mencapai sasarannya.

Kemampuannya untuk terbang di ketinggian rendah mengurangi deteksi oleh sistem radar, meningkatkan kemampuannya bertahan di lingkungan tempur yang kompleks.

Rudal Tomahawk tersebut diintegrasikan ke sistem VLS MK.41, peluncur modular yang sudah ada pada kapal perusak tersebut, memungkinkan adaptasi relatif mudah tanpa perlu perancangan ulang struktur utama.

Kapal perusak canggih ini mengintegrasikan Sistem Tempur Aegis yang berpusat pada radar susunan bertahap AN-SPY-1D, mampu melacak berbagai ancaman udara dan balistik secara bersamaan pada jarak jauh.

Sensor tambahan meliputi radar pencarian permukaan OPS-28 untuk kesadaran domain maritim dan sonar yang dipasang di haluan OQS-102 untuk deteksi antikapal selam.

Fungsi peperangan elektronik pada kapal didukung oleh sistem intersepsi dan pengacakan NOLQ-2, meningkatkan kemampuan bertahan hidup terhadap ancaman yang dipandu radar dengan mengganggu siklus penargetan musuh.

Selain rudal jelajah Tomahawk, JS Chokai dilengkapi persenjataan lain berupa meriam laut Oto Melara 127 mm, serta delapan rudal antikapal RGM-84 Harpoon yang ditempatkan dalam tabung empat laras.

Sementara untuk pertahanan jarak dekatnya, kapal mengusung dua Sistem Senjata Jarak Dekat (CIWS) Phalanx 20 mm, dirancang untuk mencegat rudal antikapal yang datang pada jarak pendek.

Sedangkan untuk peperangan antikapal selam, JS Chokai didukung oleh dua tabung torpedo tiga laras HOS-302 yang dapat meluncurkan torpedo ringan Mk.46 atau Type 73.

Untuk spesifikasinya, JS Chokai memiliki bobot sekitar 7.500 ton dalam kondisi standar dan hingga 9.500 ton pada beban penuh. Panjang kapal mencapai 161 m dan lebar 21 m, dengan awak kapal berjumlah 300 orang.

Kapal ditenagai oleh empat turbin gas Ishikawajima Harima General Electric LM2500-30 yang menghasilkan daya sekitar 100.000 ps.

Konfigurasi propulsi ini memungkinkan kecepatan maksimum sekitar 30 knot, sementara jangkauan operasional sekitar 4.500 mil laut melaju dengan kecepatan jelajah 20 knot. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *