AIRSPACE REVIEW – Ukraina dilaporkan mengalami krisis akut stok rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot yang diandalkan guna menghalau serangan rudal Rusia. Laporan terbaru menyebut, akibat ketiadaan rudal ini telah mengakibatkan infrastruktur energi, PLTU, Ukraina hancur dihantam rudal Rusia.
Ukraina saat ini diperkirakan mengoperasikan sekitar 10 baterai sistem Patriot yang berfungsi penuh.
Bila diasumksikan terdapat total 60 peluncur (satu baerai Patriot memiliki enam peluncur) untuk menembakkan rudal PAC-3 MSE (Patriot Advanced Capability-3 Missile Segment Enhancement), maka untuk kebutuhan penuh (full salvo) seluruh sistem tersebut, Ukraina membutuhkan sekitar 360 rudal MSE.
Dalam dua bulan terakhir, Rusia meluncurkan rata-rata 61 rudal balistik/hipersonik setiap bulan terhadap Ukraina, yang artinya sebanyak itu minimal rudal Patriot yang “wajib” diluncurkan Ukraina.
Lalu, bila mengacu pada standar AS di mana dua rudal MSE dibutuhkan untuk mencegat satu target, maka Ukraina membutuhkan 122–244 rudal per bulan.
Standar dua rudal untuk satu target ini tidak bisa dipenuhi oleh Ukraina karena kekurangan rudal, maka pasukan Ukraina hanya menggunakan satu rudal untuk satu target yang datang.
Krisis rudal untuk sistem Patriot yang dialami Ukraina, telah menimbulkan kekhawatiran bagi Kyiv di tengah serangan rudal dan drone Rusia yang terus bereskalasi.
Sementara itu produsen rudal PAC-3 MSE, yaitu Lockheed Martin, hanya mampu memproduksi sekitar 51,6 rudal per bulan untuk kebutuhan pelanggan di seluruh dunia.
Artinya, kebutuhan minimal untuk Ukraina saja sudah melampaui total produksi bulanan global saat ini.
Belum lagi, pengiriman rudal untuk Ukraina ini tetap harus melewati prosedur yang memerlukan koordinasi terkait masalah pembayarannya.
Bila kebutuhan 122 unit rudal Patriot per bulan untuk Ukraina, ditambah dengan kapasitas produksi rudal 51 unit per bulan, Maka dibutuhkan produksi minimal 173 rudal per bulan.
Lockheed Martin telah mencanangkan untuk memproduksi hingga 2.000 rudal per tahun, yang artinya 167 unit per bulan. Angka ini pun masih kurang, karena harus dibagi untuk kebutuhan seluruh dunia tadi, termasuk kebutuhan militer AS.
Lebih menyedihkan lagi, target produksi tersebut disebut baru tercapai jalam waktu selama tujuh tahun.
Pertanyaannya, apakah Perang Rusia-Ukraina masih akan berlangsung hingga tujuh tahun ke depan? Kita tidak tahu.
Dan, seberapa lama Ukraina mampu menahan gempuran rudal Rusia tanpa rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot yang memadai?
Menghadapi krisis akut rudal untuk untuk Patriot, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan telah melobi langsung Presiden AS Donald Trump via telepon untuk membantu pasokan rudal PAC dari stok militer AS.
Pada tanggal 25 Januari 2026, laporan menyebutkan bahwa rudal untuk sistem Patriot yang diminta Zelensky langsung kepada Trump telah tiba di Ukraina. Namun jumlahnya tidak disebutkan.
Sistem Pertahanan Udara Ukraina Lainnya
Selain mengandalkan Patriot, Ukraina memiliki sejumlah sistem pertahanan udara lainnya, yaitu IRIS-T dari Jerman, NASAMS dari Norwegia/AS, dan S-300 warisan Soviet.
Laporan terbaru menyebut, Ukraina memiliki sekitar sembilan baterai IRIS-T, yang satu baterai sistem ini memiliki tiga hingga lima peluncur rudalnya.
Ukraina juga memiliki 12 hingga 15 baterai NASAMS sumbangan dari AS, Norwegia, Kanada, dan Lithuania. Sistem ini menggunakan rudal AIM-120 AMRAAM yang stoknya cukup banyak di negara-negara NATO.
Satu baterai NASAMS terdiri dari tiga hingga 12 kendaraan peluncur rudal. Satu peluncur rudal memiliki enam kotak peluncur rudal.
Yang terakhir adalah sistem pertahanan udara S-300. Diperkirakan Ukraina masih mengoperasikan 20 hingga 30 peluncur yang masih aktif.
Meski demikian, banyak radar S-300 ini yang sudah hancur terkena serangan rudal Rusia. Ukraina kemudian memodifikasi sistem peluncur Soviet ini dengan cara mengawinkannya dengan sistem Barat. (RNS)


A2/AD Ukraina mulai “terkoyak” ? 🤔Dikhawatirkan sistem hanud lainnya bakal senasib seperti Patriotnya