AIRSPACE REVIEW – Dalam parade Hari Republik ke-77 di Kartavya Path di New Delhi, pada 26 Januari 2026, militer India secara terbuka memamerkan LR-AShM (Rudal AntiKapal Jarak Jauh) bersama dengan peluncurnya, yang menandai penampilan publik pertamanya.
Kehadiran LR-AShM ini digunakan untuk menyerang target permukaan laut dari target strategis di darat, dengan jangkauan hingga 1.500 km.
Hebatnya, LR-AShM mampu mempertahankan kecepatan hipersoniknya sambil bermanuver di dalam atmosfer melawan target maritim yang bergerak sekalipun.
Program pengembangan LR-AShM ini dipimpin oleh DRDO (Defence Research and Development Organisation), dimulai dari tahun 2010 hingga awal tahun 2020 desain telah dianggap matang.
Pekerjaan program difokuskan pada perancangan sistem propulsi menggunakan bahan bakar padat dan kendaraan luncur hipersonik yang dapat bermanuver dan dioptimalkan untuk penerbangan atmosfer berkelanjutan.
Puncaknya, pada November 2024, prototipe pertama LR-AShM berhasil menyelesaikan uji tembak jarak jauh pertamanya yang melebihi jarak 1.500 km.
Desain LR-AShM sendiri didasarkan pada konfigurasi peluncuran dua tahap, bukan profil balistik satu tahap. Setelah peluncuran, pendorong tahap pertama mempercepat rudal hingga kecepatan hipersonik dan terpisah setelah habis.
Setelah fase ini, kendaraan luncur hipersonik di atasnya memasuki atmosfer tanpa daya, meluncur menggunakan daya angkat aerodinamis untuk mempertahankan kecepatan dan kemampuan manuvernya.
Selama uji coba, parameter penerbangan menunjukkan kecepatan awal rudal mencapai 10 Mach, diikuti oleh perjalanan hipersonik berkelanjutan dengan kecepatan rata-rata 5 Mach hingga kembali masuk atmosfer.
LR-AShM dirancang untuk membawa berbagai jenis muatan yang sesuai untuk misi serangan maritim, termasuk hulu ledak tinggi.
Panduan terminal (akhir) rudal bergantung pada sensor onboard yang dimaksudkan untuk mendukung akurasi terhadap target permukaan yang bergerak.
Kombinasi kecepatan, kemampuan manuver, dan profil penerbangan LR-AShM ini dapat mengurangi waktu deteksi dari sistem radar berbasis darat dan kapal milik lawan. (RBS)

