AIRSPACE REVIEW – Iran telah menerima helikopter serang Mi-28NE Night Hunter pertamanya dari Rusia, menandai tonggak penting dalam kesepakatan pengadaan tahun 2023, tulis Army Recognition.
Meski laporan pengiriman sudah santer terdengar, jumlah pasti unit yang tiba pada gelombang pertama ini tidak diungkapkan demi keamanan.
Mi-28NE, yang dirancang untuk ekspor, dilengkapi dengan fitur-fitur canggih untuk menyerang target darat dan udara, termasuk meriam 30 mm, rudal udara ke darat, dan roket tanpa pemandu.
Armor dan avionik helikopter yang kokoh memastikan daya tahan dan efektivitasnya dalam pertempuran, termasuk operasi di ketinggian rendah, siang atau malam.
Sistem ini juga menawarkan fleksibilitas untuk berbagai peran militer, termasuk serangan udara, pengintaian, dan penindasan pertahanan udara musuh.
Pengiriman ini terjadi pada saat kerja sama militer Iran dan Rusia semakin intensif sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan politik dengan Amerika Serikat.
Kemampuan Mi-28NE diharapkan dapat memperkuat pertahanan Iran terhadap potensi aksi militer AS.
Langkah ini sejalan dengan strategi Iran untuk mendiversifikasi aset militernya di tengah sanksi dan protes yang sedang berlangsung di seluruh Iran.
Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Iran telah menyediakan rudal dan senjata senilai hampir 3 miliar USD kepada Rusia untuk mendukung perang Rusia dengan Ukraina.
Baru-baru ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran, Rona, yang sebelumnya dikaitkan oleh investigasi Barat dengan jalur maritim yang digunakan untuk pengiriman senjata Iran ke Rusia, telah tenggelam di Laut Kaspia. (RNS)


Livery-nya keren 👍