Armada Eurofighter Typhoon global telah mencapai 1 juta jam terbang: Peran sentral dalam pertahanan udara Eropa

Eurofighter TyphoonAirbus

AIRSPACE REVIEW – Armada jet tempur Eurofighter Typhoon global telah melampaui tonggak sejarah 1 juta jam terbang. Pencapaian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan prioritas baru untuk keamanan wilayah udara Eropa.

Bersamaan dengan itu, mesin EJ200, yang digunakan setiap Typhoon dalam konfigurasi mesin ganda, telah mencapai 2 juta jam terbang operasional.

Pencapaian tersebut memperkuat kekuatan pesawat tempur bersayap delta ini sebagai salah satu platform tempur yang paling matang, andal, dan paling banyak digunakan di benua tersebut.

Eurofighter Jagdflugzeug GmbH mengemukakan hal itu setelah melakukan konsolidasi data operasional dari program dukungan sistem senjata internasional.

Lebih dari sekadar angka simbolis, total jam terbang yang terakumulasi mencerminkan lebih dari tiga dekade kerja sama industri antara Jerman, Inggris Raya, Italia, dan Spanyol, serta sejarah operasional yang mencakup patroli udara permanen, misi siaga reaksi cepat, patroli gabungan NATO, dan operasi nyata di wilayah seperti Timur Tengah.

Menurut pimpinan konsorsium, pencapaian ini menunjukkan kekokohan struktural pesawat, yaitu rantai logistiknya, dan kemampuan Typhoon untuk terus beradaptasi dengan persyaratan operasional baru.

Saat ini, sekitar 80% misi operasional udara yang dilakukan oleh negara-negara inti program tersebut dilakukan oleh Typhoon, menyoroti pentingnya jet tempur ini dalam arsitektur pertahanan udara Eropa dan sekutunya.

Di balik setiap jam terbang ini terdapat jaringan luas untuk profesional, unit militer, dan perusahaan industri yang memastikan tingkat ketersediaan yang tinggi.

Bagi NETMA, yang bertanggung jawab atas program pengelolaan multinasional ini, tonggak sejarah ini menegaskan keberhasilan upaya perlindungan kerja sama terbesar yang pernah dilakukan di Eropa, baik dari perspektif operasional maupun industri.

Di bidang propulsi, pencapaian 2 juta jam kerja mesin EJ200 disampaikan oleh Eurojet Turbo GmbH sebagai indikasi yang jelas tentang ketebalan, kinerja yang konsisten, dan biaya perawatan yang terkontrol sepanjang siklus kehidupan.

Mesin ini dikenal karena rasio daya dorong terhadap beratnya yang tinggi dan kemampuan dalam melakukan manuver seperti supercruise, karakteristik mendasar untuk misi superioritas udara dan intersepsi jarak pendek.

Pengumuman satu juta jam terbang ini bertepatan dengan investasi baru dalam modernisasi, yang bertujuan untuk menjaga relevansi Typhoon dalam menghadapi ancaman yang muncul.

Operator negara-negara sedang memajukan integrasi radar AESA generasi berikutnya, peningkatan dalam peperangan elektronik, peningkatan avionik, dan perluasan jangkauan persenjataan terintegrasi.

Di Inggris Raya, misalnya, kontrak-kontrak terbaru menjanjikan percepatan pengembangan radar ECRS Mk2, yang secara signifikan memperluas kemampuan deteksi, pelacakan, dan kelangsungan hidup pesawat di lingkungan yang sangat rawan konflik.

Di luar dampak militernya, program Eurofighter Typhoon tetap menjadi pilar dasar industri pertahanan Eropa, mendukung lebih dari 100.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung di sekitar 400 perusahaan di seluruh benua.

Struktur ini memastikan tidak hanya pengoperasian armada saat ini tetapi juga evolusi berkelanjutan dari platform tersebut selama beberapa dekade mendatang.

Analis mencatat, pencapaian jam terbang Typhoon saat ini masih unggul dari “rivalnya” yaitu Rafale buatan Prancis.

Hingga Januari 2026, armada Rafale global diperkirakan baru melampaui angka 500.000 hingga 600.000 jam terbang. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *