AIRSPACE REVIEW – Setidaknya dua jet tempur F-16AM/BM Fighting Falcon Angkatan Udara Portugal (PoAF) rusak akibat badai Kristin yang menghantam hanggar pesawat tersebut. Kerusakan terjadi karena panel atap hangar dan struktur pintu hangar yang lepas menimpa badan pesawat.
Dari foto yang beredar di media sosial, tampaknya pesawat-pesawat F-16 tersebut berada di hanggar teknik dan sedang menjalani pemeliharaan.
Sensor militer di Pangkalan Angkatan Udara Monte Real (Air Base No. 5) mencatat hembusan angin dengan kecepatan hingga 178 km/jam.
Ini bukan sekadar angin kencang biasa, meteorolog menyebutnya sebagai fenomena ciclogénese explosiva (bom siklon) yang diperparah dengan sting jet, yaitu arus udara dingin yang bergerak sangat cepat ke bawah, menciptakan efek microburst yang menghancurkan.
Pangkalan Monte Real merupakan rumah bagi Skadron 201 “Falcoes” dan Skadron 301 “Jaguares”.
Hingga Januari 2026, PoAF tercatat memiliki 28 unit pesawat F-16A/B yang telah dimodernisasi ke standar MLU (Mid-Life Update) menjadi F-16AM/BM.
Selain hangar, beberapa fasilitas pendukung lainnya di pangkalan tersebut juga dilaporkan mengalami kerusakan atap dan masalah kelistrikan yang serius.
Badai Kristin tercatat sebagai salah satu badai paling mematikan dan merusak di Portugal dalam beberapa tahun terakhir.
Badai yang terjadi pada 28 Januari 2026 tersebut menyebabkan setidaknya lima orang meninggal dunia di Portugal dan memicu ribuan keadaan darurat di seluruh Portugal.
Otoritas Nasional Portugal untuk Keadaan Darurat dan Perlindungan Sipil mengatakan badai tersebut menyebabkan lebih dari 3.300 insiden hingga siang hari, sebagian besar terkait dengan pohon tumbang dan puing-puing yang menghalangi jalan. Beberapa rute utama terganggu atau ditutup.
Operator jaringan listrik E-Redes mengatakan sekitar 570.000 orang masih tanpa listrik sekitar tengah hari, setelah puncak semalam yang memengaruhi sekitar 1 juta pelanggan, dengan distrik-distrik pusat termasuk yang paling parah terkena dampaknya.
PoAF menyatakan saat ini sedang melakukan penilaian mendalam untuk melihat apakah ada kerusakan pada rangka pesawat atau avionik sensitif.
F-16 adalah jet tempur pesawat fly-by-wire, benturan berat pada struktur luar bisa memicu pemeriksaan menyeluruh pada sistem sensor dan kabel internal.
Fokus utama yang dilakukan teknisi PoAF saat ini adalah memeriksa kanopi dan ekor pesawat.
Jika rangka utama (bulkhead) tidak bengkok akibat tertimpa reruntuhan, pesawat kemungkinan besar bisa kembali terbang setelah perbaikan menyeluruh.
Karena usia pesawat yang sudah mencapai lebih dari 30 tahun, pada akhir 2025 Pemerintah Portugal telah secara resmi memilih F-35 Lightning II sebagai kandidat utama untuk menggantikan seluruh armada F-16AM/BM PoAF.
Proses transisi direncanakan akan dilakukan secara bertahap dalam dekade mendatang. (RNS)

