Rusia telah mengerahkan drone penghancur bunker Upyr-18 dalam perang di Ukraina

Drone Upyr menghancurkan tank Abrams UkrainaTASS

AIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan telah mengerahkan drone baru penghancur bunker, Upyr-18, yang mampu membawa amunisi seberat 10 kg, dalam perang di Ukraina.

Drone ini dinamai Upyr-18 berdasarkan kerangkanya yang berukuran 18 inci (45,72 cm). Dalam mitologi Slavia, Upyr adalah makhluk purba yang merupakan cikal bakal legenda vampir modern.

Karena drone ini merupakan drone kamikaze, nama tersebut dipilih untuk menyampaikan kesan mematikan.

CEO Uraldronzavod Vladimir Tkachuk mengatakan kepada TASS, serial drone Upyr pada tahun 2024 telah berhasil menghancurkan tank Abrams dan beberapa kendaraan tempur infanteri Bradley Ukraina.

Drone ini dikenal juga sebagai drone rakyat, karena dikembangkan dan diproduksi dengan dukungan finansial dari warga negara Rusia.

Upyr awalnya dirancang untuk membawa muatan standar militer yang lebih ringan namun mematikan, seperti granat antitank dari RPG-7, granat antitank tangan RKG-3M, dan bom rakitan yang dibuat langsung oleh prajurit di lapangan.

Salah satu kunci mengapa Upyr sangat efektif adalah penggunaan Extender. Ini adalah transponder udara yang berfungsi sebagai penguat sinyal. Fungsinya untuk melipatgandakan jarak tempuh drone.

Dengan begitu, operator bisa berada di lokasi yang sangat aman, jauh di belakang garis depan, sementara drone tetap bisa dikontrol meski melewati medan hutan atau perbukitan yang biasanya memutus sinyal radio.

Ancaman serius

Para ahli Barat telah lama menyuarakan kekhawatiran tentang keunggulan Rusia dalam pesawat nirawak, yang menurut mereka menimbulkan ancaman serius tidak hanya bagi Angkatan Bersenjata Ukraina tetapi juga bagi pasukan NATO.

“Ukraina jauh tertinggal dari Rusia dalam produksi pesawat nirawak, dan pesawat nirawak adalah masa depan peperangan,” kata analis Atlantic Council, Melinda Haring, kepada Business Insider.

Sementara itu Majalah Jerman Bild juga melaporkan bahwa Ukraina memiliki masalah besar. Mereka tidak hanya kekurangan amunisi, tetapi juga dengan cepat kehilangan sedikit artileri yang mereka miliki karena superioritas udara Rusia.

Superioritas ini dijamin oleh drone pengintai yang memantau situasi dan drone penyerang yang menyerang peralatan.

Sementara itu Forbes mencatat, drone Rusia telah mengubah situasi di medan perang hingga tentara Ukraina takut bahkan untuk keluar dari tempat perlindungan.

“Karena drone Rusia, sangat berbahaya bagi awak tank Ukraina untuk meninggalkan tempat perlindungan dan bergerak melalui ladang atau jalan, terutama di siang hari,” lapornya. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *