ARISPACE REVIEW – Meskipun telah diperkuat dengan jet tempur canggih seperti F-35A, F-16C/D Block 52, dan FA-50, Angkatan Udara Polandia dilaporkan tertarik untuk mengakusisi pesawat A-29 Super Tucano dari Brasil, guna melawan drone.
Seperti yang dilaporkan oleh Embraer baru-baru ini, delegasi Polandia yang dipimpin oleh Wakil Komandan Angkatan Udara Polandia, Ireniusz Nowak, telah mengunjungi perusahaan tersebut.
Delegasi meninjau proses produksi serta melakukan penerbangan pengenalan dengan pesawat angkut KC-390 Millennium dan pesawat serang ringan A-29 Super Tucano.
Sebelumnya, Angkatan Udara Polandia pernah mengerahkan jet siluman F-35A miliknya untuk menembak jatuh drone umpan Gerbera Rusia yang masuk wilayah udara Polandia pada 10 September 2025 malam hari.
Penggunaan jet tempur canggih untuk melawan drone dianggap berlebihan, karena biaya operasional dan senjata yang digunakan cukup mahal, sangat jauh dibandingkan dengan drone berbiaya murah yang diburunya.
Diketahui, Embraer sendiri tengah memberikan kemampuan tambahan pada pesawat A-29 Super Tucano rancangannya untuk dapat melaksanakan misi antidrone.
Langkah tersebut menawarkan cara jangka pendek dan berbiaya rendah bagi operator saat ini dan di masa mendatang, untuk meningkatkan kemampuan menangkal drone.
Embraer tidak memperkenalkan pesawat varian baru, melainkan memberikan peran tambahan dengan mengintegrasikan peralatan berkualitas yang tersedia, seperti turret EO/IR.
Sebagai persenjataan menghadapi drone, A-29 Super Tucano dipersenjatai dengan senapan mesin kaliber 12,7 mm di sayapnya dan dapat membawa tabung untuk roket berpemandu laser 70 mm seperti Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS).
Kedua persenjataan ini dapat diandalkan untuk melumpuhkan drone berukuran kecil sekalipun, juga gerombolan drone kamikaze..Pesawat juga dibekali turret EO/IR yang kompatibel dengan kacamata penglihatan malam (NGV).
A-29 Super Tucano ditenagai oleh satu mesin Pratt & Whitney Canada PT6A-68C dengan daya 1.600 shp. Pesawat dapat terbang dengan kecepatan 590 km/jam dan daya tahan di udara selama 8 jam 24 menit.
Selain tertarik dengan A-29 Super Tucano Brasil, Polandia juga tengah mempertimbangkan mempersenjatai pesawat PZL-104 Draco (Wilga versi baru bermesin turboprop) buatan dalam negeri, yang dijadwalkan siap pada tahun 2028. (RBS)


Jika bergeser melihat ke negeri yang jauh dari Polandia berada di belahan bumi timur di mana warna benderanya tinggal dibalik saja. Apakah Super Tucano milik kita sudah bisa untuk menghadapi bahkan melawan drone? 🤔