Guna menghadapi pertempuran udara masa depan, Turkiye akan memesan 50 UCAV ANKA III dari TUSAS

ANKA IIITUSAS

AIRSPACE REVIEW – Pesawat tempur siluman nirawak (UCAV) ANKA III yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TUSAS), kini telah memasuki fase kematangan dan siap diadopsi oleh Angkatan Udara Turkiye.

Baru-baru ini, Mehmet Demiroğlu, Kepala Eksekutif TUSAS, menyatakan bahwa program ANKA III telah berhasil menyelesaikan tinjauan desain kritisnya, konfigurasinya telah ditetapkan, dan kegiatan terkait produksi telah dimulai.

Dengan keberhasilan program ini, diharapkan Angkatan Udara Turkiye akan melakukan pemesanan awal untuk sekitar 50 pesawat dalam tahun 2026 ini, meskipun belum ada kontrak pengadaan yang diumumkan.

Sebelumnya, pada Desember 2025, ANKA III telah menyelesaikan sortie verifikasi dan identifikasi sistem ke-46, di mana fungsi autopilot kritis divalidasi sebagai bagian dari kemampuan terbang otonomnya.

ANKA III juga telah berhasil mendemonstrasikan pelepasan amunisi berpemandu presisi dalam kondisi representatif, memvalidasi pemisahan muatan, inisiasi panduan, dan pengaturan waktu sistem misi.

Drone yang mengadopsi sayap terbang (flying wing) ini memiliki berat lepas landas maksimum (MTOW) 6,5 ton, dengan daya tahan sekitar 10 jam di udara, dan ketinggian operasi sekitar 40.000 kaki (12.200 m).

Kapasitas muatan ANKA lll antara 1,2 hingga 1,6 ton, tergantung pada konfigurasi. Pesawat didukung pula dengan ruang senjata internal (IWB) dan gantungan senjata eksternal.

Selain menjalankan misi tempur secara mandiri atau berkelompok, ANKA lll dapat menjalankan peran ISR (pengawasan, pengintaian dan intelijen) ​​melalui muatan elektro-optik, inframerah, dan radar AESA-nya.

Prototipe ANKA lll sendiri masih menggunakan mesin turbofan buatan Ukraina. Namun secara paralel mesin buatan dalam negeri TF6000 tengah dikembangkan oleh TEI (TUSAS Engine Industries).

Nantinya, kehadiran 50 ANKA III ini akan dikerahkan Angkatan Udara Turkiye bersama dengan jet tempur siluman generasi kelima KAAN yang juga dikembangkan oleh TUSAS, guna menghadapi pertempuran udara masa depan yang makin kompleks. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *