Solid Aero dari Turkiye memperkenalkan TALAY di DIMDEX 2026, drone kamikaze berjenis WiG

TALAYSolidAERO

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pengembang sistem nirawak Turkiye, Solid Aero, memperkenalkan drone kamikaze jenis WiG (Wing in Ground Effect) rancangannya di DIMDEX 2026 oada dari 19-22 Januari di Doha, Qatar.

Drone yang diberi nama TALAY ini dirancang sebagai wahana serang dan pengawasan maritim berbiaya rendah.

Disebutkan, drone WiG ini dapat melayang ketinggian 30 cm hingga 100 m, memungkinkannya meluncur dengan aman di sepanjang puncak gelombang dalam misinya.

Dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 60 kg dan kapasitas muatan 30 kg, TALAY dapat membawa sensor elektro-optik/inframerah.

Drone juga bisa dilengkapi amunisi berpemandu kecil, atau hulu ledak yang dirancang khusus untuk target kapal, pelabuhan, atau aset strategis lainnya di pesisir.

Digerakkan oleh motor listrik yang ditenagai oleh baterai lithium-polimer, TALAY dapat meluncur mencapai kecepatan hingga 200 km/jam.

Drone sanggup melayang di udara selama kurang lebih tiga jam, atau dengan jangkauan operasi sekitar 200 km.

Sistem ini dirancang untuk beroperasi siang dan malam serta dapat terbang secara otonom atau di bawah kendali operator langsung, bahkan dalam kondisi laut level 3.

Dibandingkan dengan wahana permukaan air nirawak (USV), drone WiG TALAY dapat meluncur lebih cepat dan bermanuver lebih gesit, sehingga sulit untuk ditangkal oleh lawan.

Untuk spesifikasinya, TALAY terbilang sangat kompak, panjangnya 200 cm dan rentang sayap 260 cm.

Dengan konfigurasi sayap yang dapat dilipat lipat, memudahkan TALAY untuk disimpan dalam ruang terbatas seperti pada kapal perang kecil, kapal patroli, baterai pantai, atau bahkan unit peluncuran dalam kontainer.

Solid Aero sendiri telah merilis rekaman uji penerbangan TALAY, yang menunjukkan wahana tersebut terbang hampir sejajar dengan permukaan laut dan kemudian menanjak dan beralih ke profil serangan yang curam.

Disebutkan, TALAY saat ini berada pada tingkat kesiapan teknologi yang tinggi, dan diharapkan akan memasuki produksi massal setelah serangkaian misi uji maritim yang sedang berlangsung selesai. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *