AIRSPACE REVIEW – Di pameran UMEX 2026 yang dibuka pada 20 Januari 2026 di Abu Dhabi, Kalashnikov Rusia untuk pertama kalinya memperlihatkan amunisi berkeliaran (loitering munition) KUB-2-2E sebagai bagian dari portofolio sistem tak berawaknya.
Kehadiran KUB-2-2E ini menggarisbawahi semakin pentingnya drone jenis ini dalam struktur kekuatan militer dan strategi perang modern.
KUB-2-2E mewakili evolusi signifikan dalam keluarga loitering munition KUB. Tidak seperti desain KUB awal yang mengandalkan konfigurasi sayap terbang (flying wing), maka pada KUB-2-2E memiliki desain lebih kompak.
Perubahan desain ini dimaksudkan untuk menyederhanakan penyebaran, pengangkutan, dan penyimpanan sekaligus mendukung peluncuran cepat dari posisi yang sulit.
KUB-2-2E dirancang sebagai drone kamikaze modular, dengan kelas berat yang berbeda untuk profil misi yang berbeda. Mulai dari varian yang sangat ringan untuk target titik hingga versi lebih besar yang dioptimalkan untuk target lebih luas.
Dengan berat keseluruhan sekitar 14,5 kg, loitering munition ini membawa hulu ledak termobarik seberat 4,6 kg, digunakan menyasar personel di tempat terbuka, di dalam benteng lapangan, di dalam kendaraan tanpa lapis baja atau lapis baja ringan.
Sistem ini diklaim memiliki jangkauan operasional lebih dari 40 km dan durasi penerbangan maksimum lebih dari 25 menit.
Peluncuran KUB-2-2E dilakukan menggunakan ketapel, memungkinkan penggunaan tanpa infrastruktur yang disiapkan dan mendukung operasi yang tersebar. Pengoperasian dibutuhkan tiga orang awak.
Drone dapat meluncur dengan kecepatan antara 120 dan 150 km/jam, ketinggian terbang maksimumnya hingga 2.000 m.
Opsi panduan drone mencakup serangan dengan koordinat GNSS yang telah diprogram sebelumnya serta mode independen GPS, dan mengandalkan panduan elektro-optik dan optoelektronik otomatis.
Kombinasi ini dimaksudkan untuk mendukung misi yang telah direncanakan sebelumnya dan serangan terhadap target yang sensitif terhadap waktu atau bergerak, sambil mempertahankan efektivitas di lingkungan di mana navigasi satelit mungkin terganggu. (RBS)

