Indonesia menambah lagi dua lisensi fregat Arrowhead 140 (Fregat Merah Putih) dari Babcock

KRI Balaputradewa-322PT PAL Indonesia

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Indonesia kembali memperkuat kerja sama pertahanan maritim dengan Inggris melalui kesepakatan terbaru dalam Maritime Partnership Programme (MPP).

Langkah strategis tersebut ditandai dengan pengamanan pesanan dua lisensi tambahan desain fregat Arrowhead 140 (AH140) atau yang di Indonesia dinamai Frefat Merah Putih (FMP) dari raksasa pertahanan Inggris, Babcock.

Kesepakatan ini merupakan bagian dari kerangka kerja MPP senilai £4 miliar yang bertujuan untuk melakukan transformasi besar-besaran pada sektor maritim Indonesia, mulai dari pertahanan hingga penguatan ekonomi lokal, tulis Babcock dalam rilisnya.

Penambahan tambahan dua lisensi AH140 merupakan kelanjutan dari ekspor dua lisensi pertama pada tahun 2021.

Babcok menambahkan, penjualan lisensi ini dijadwalkan akan rampung dan dikirimkan dalam beberapa bulan ke depan, yang memungkinkan Indonesia untuk membangun kapal perang canggih secara mandiri di galangan kapal dalam negeri, PT PAL Indonesia di Surabaya.

Penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerja sama ini dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan CEO Babcock David Lockwood pada 21 Januari 2026 di Inggris.

Bagi Pemerintah Indonesia, kerja sama ini bukan sekadar urusan belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan sebagai investasi besar-besaran untuk meningkatkan kapabilitas galangan kapal nasional melalui transfer teknologi (ToT).

Selain itu guna memastikan TNI Angkatan Laut memiliki armada modern untuk menjaga kedaulatan di wilayah perairan strategis.

Pada 18 Desember 2025 lalu, industri pertahanan strategis PT PAL Indonesia sukses meluncurkan Fregat Merah Putih pertama yang dinamai KRI Balaputradewa-322.

Meskipun desain kapal secara keseluruhan adalah desain dari Babcodk, FMP banyak menggunakan sistem dan persenjataan dari Turkiye.

PT PAL mengubah sekitar 60% dari desain referensi Babcock untuk memenuhi persyaratan TNI AL.

FMP KRI Balaputradewa memiliki dimensi panjang 140 m, lebar 19,75 m, dan kedalaman 4,96 m. Bobotnya 5.996 ton, atau 6.626 ton pada muatan penuh.

Fregat yang diawaki 177 personel ini dapat menjangkau jarak sejauh 7.560 mil laut dan berlayar selama 21 hari pada kecepatan jelajah 15 knot.

Sistem persenjataan yang akan diintegrasikan meliputi dua meriam laut Leonardo Super Rapid 76 mm, sistem peluncuran vertikal universal Roketsan MİDLAS 64 sel di bagian tengah kapal.

Persenjataan lainnya termasuk sistem senjata jarak dekat Rheinmetall Millennium 35 mm di buritan, empat stasiun senjata kendali jarak jauh Leonardo Lionfish 12,7 mm, dua peluncur torpedo tiga laras Leonardo B515/3, dan sistem peluncuran umpan Aselsan Kartaca-N enam tabung 130mm.

Sementara sensor yang akan dipasang adalah radar array pemindaian elektronik aktif pita S Cenk 400-N buatan Aselsan, radar multifungsi pita X Mete Han buatan Aselsan, radar kendali helikopter Mar-D buatan Aselsan, sistem manajemen tempur Advent buatan Havelsan, sonar terpasang di lambung kapal Fersah 100-N/MF buatan Aselsan, radar kendali tembakan Akrep buatan Aselsan, alat bidik penunjuk sasaran buatan Aselsan, dan rangkaian peperangan elektronik ELT Group.

PT PAL mengharapkan kapal ini dapat berlayar dengan kecepatan maksimum yang lebih tinggi yaitu 28 knot. (RNS)

One Reply to “Indonesia menambah lagi dua lisensi fregat Arrowhead 140 (Fregat Merah Putih) dari Babcock”

  1. Masalah utama PT PAL dockyard cuma satu, yg masuk dock Orca setelah KRI Baladewa pesanan dari UAE, belum lagi pesanan dari Filipina. Nambah 2 lagi FMP, ntar nunggu Indonesia emas 2045 pun belum kelar tuh FMP. Mau jualan kapal baru juga ga bisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *