AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Amerika Serikat, General Dynamics Land Systems (GDLS), memperkenalkan kendaraan tempur infanteri (IFV) barunya LAV 700 Desert Viper 8X8 dalam gelaran DIMDEX 2026 di Doha, Qatar.
Kendaraan lapis baja berpenggerak 8X8 ini ditawarkan khusus untuk negara-negara di kawasan Timur Tengah, yang dioptimalkan untuk operasi berkelanjutan di iklim panas yang ekstrim.
Qatar sendiri sebelumnya telah menandatangani surat pernyataan niat pada Desember 2017 untuk pengadaan hingga 490 unit kendaraan tempur VBCI 8X8 buatan Prancis.
Namun proyek pengadaan VBCI tidak berujung pada kontrak final, sehingga persyaratan tersebut terbuka untuk tawaran baru dari pesaing lainnya, termasuk Boxer RCT30 Jerman dan LAV 700 Desert Viper.
Dikembangkan dari LAV 6.0, varian LAV 700 Desert Viper telah mengintegrasikan arsitektur komando dan kontrol digital canggih yang mendukung manajemen sistem onboard dan fungsi pemantauan kendaraan.
Untuk keamanan bagi awaknya, kendaraan telah dibekali kursi peredam energi ledakan ranjau atau bahan peledak improvisasi (IED).
Lalu perlindungan balistik yang dapat ditingkatkan, mencakup ketahanan terhadap amunisi penembus lapis baja 14,5 mm menyeluruh dan bagian depan frontal yang mampu menahan munisi kanon 30 mm.
Sistem keselamatan dan pertahanan tambahan meliputi pemadaman api otomatis, deteksi radiasi NBC (Nuklir Biologi, Kimia), peringatan laser, deteksi tembakan, peluncur asap multispektral, dan mengintegrasikan sistem perlindungan aktif.
Sebagai tenaga penggeraknya, LAV 700 Desert Viper menggunakan mesin diesel Caterpillar C13 twin-turbo yang menghasilkan daya 711 hp, dan menggunakan sistem transmisi otomatis tujuh percepatan.
Kendaraan dapat melaju dengan kecepatan maksimum 110 km/jam di permukaan jalan datar, dan memiliki jangkauan operasional lebih dari 1.000 km.
Untuk spesifikasinya, LAV 700 Desert Viper memiliki berat tempur 32 ton, panjang 8,2 m, lebar 3,0 m, dan tinggi 2,8 m. Kendaraan dapat menampung delapan prajurit termasuk pengemudi.
Sistem persenjataan pada varian IFV dapat mengusung kanon otomatis kaliber 30 mm atau 40 mm, serta rudal antitank berpemandu.
LAV 700 Desert Viper dapat dimobilisasi melalui udara, yaitu diangkut menggunakan pesawat seperti Boeing C-17 Globemaster III dan Airbus A400M Atlas. (RBS)

