USAF akan tetap mengoperasikan jet F-117 Nighthawk hingga tahun 2034: Misteri huruf “F” untuk mengelabui intelijen Soviet?

F-117 NighthawkUSAF

AIRSPACE REVIEW – Meskipun secara resmi telah dipensiunkan selama lebih dari 15 tahun, jet legendaris F-117 Nighthawk akan terus terbang untuk Angkatan Udara AS (USAF) setidaknya hingga tahun 2034.

Meskipun tidak lagi melakukan misi penyerangan, sebagian kecil dari armada F-117 tetap layak terbang. Pesawat berbentuk tidak lazim ini sering beroperasi dari Bandara Tonopah Test Range, di jantung Nevada Test and Training Range, dekat Pangkalan Angkatan Udara Nellis.

Rencana penggunaan F-117 hingga tahun 2034 terungkap dalam dokumen perencanaan logistik dan kontrak dukungan terbaru.

Dikembangkan oleh Lockheed Martin dalam program yang sangat rahasia selama Perang Dingin, F-117 dirancang khusus untuk misi serangan darat di lingkungan yang dijaga ketat.

Desainnya yang bersudut, dikombinasikan dengan penggunaan material penyerap radar yang ekstensif dan pengangkutan senjata internal, secara drastis mengurangi jejak radarnya.

Pesawat ini tidak pernah dilengkapi radar pencari atau persenjataan udara ke udara, melainkan mengandalkan sensor inframerah dan penunjuk laser untuk identifikasi dan penyerangan target.

Yang unik dan memang agak membingungkan adalah kodenya yang menggunakan huruf “F” untuk menandainya sebagai “Fighter”, namun faktanya F-117 adalah pesawat pembom taktis siluman presisi.

F-117 mulai beroperasi pada tahun 1983, tetapi keberadaannya baru diungkapkan kepada publik pada tahun 1988.

Prototipe pesawat ini, YF-117A, terbang perdana pada 18 Juni 1981 di Groom Lake (Area 51), Nevada. Penerbangan dilakukan jauh di dalam area terlarang Nevada untuk memastikan tidak ada mata-mata atau warga sipil yang melihat bentuk pesawat yang sangat aneh, seperti UFO, pada masa itu.

Pilot yang menerbangkannya bernama Hal “Skunk” Farley, pilot uji Lockheed Corporation.

Karena bentuknya yang sangat tidak aerodinamis, sehingga sering disebut “Wobblin’ Goblin” yang menunjukkan tidak stabil, timbul kekhawatiran apakah pesawat ini bisa terbang.

Namun, berkat sistem fly-by-wire yang canggih, pesawat bisa lepas landas dan erbang dengan mulus.

Tahun 1991, menandai debut operasi milier F-117 di Panama dan memperkuat reputasinya selama Perang Teluk pada tahun 1991.

Meskipun menerbangkan sebagian kecil misi, F-117 bertanggung jawab atas penyerangan terhadap beberapa target paling strategis dan dijaga ketat di Irak. Pesawat ini juga terlibat dalam operasi di Balkan, Afghanistan, dan Irak, termasuk fase awal invasi tahun 2003.

Penembakan jatuh pesawat F-117 oleh pertahanan udara Serbia pada tahun 1999 menandai titik balik penting, yang menunjukkan bahwa teknologi siluman mengurangi kemungkinan terdeteksi tetapi tidak menjamin kekebalan mutlak.

Penghentian operasional resmi F-117 terjadi pada tahun 2008, seiring dengan masuknya jet tempur siluman baru yang lebih modern dengan kemampuan lebih tinggi dan sensor terintegrasi.

Alih-alih langsung dibongkar, banyak badan pesawat F-117 disimpan secara terkontrol di Tonopah, dengan sayap dilepas dan sistemnya diawetkan.

Sejak itu, armada F-117 secara bertahap dikurangi melalui proses demiliterisasi, transfer ke museum, dan pembuangan akhir.

Perkiraan yang banyak dikutip di media khusus menunjukkan bahwa sekitar 45 pesawat masih ada, meskipun hanya sebagian kecil yang masih aktif.

Rencana saat ini memperkirakan penghentian operasional dua hingga tiga pesawat per tahun, memungkinkan untuk mengekstrak nilai operasional sementara inventaris dikurangi secara teratur.

Saat ini, F-117 yang tersisa terutama digunakan sebagai pesawat tempur “Red Force” yang bertindak sebagai target siluman berawak dalam latihan skala besar seperti Red Flag, serta berfungsi sebagai platform uji untuk radar, sensor inframerah, dan konsep pelacakan dan penyerangan.

Pesawat ini juga digunakan untuk mensimulasikan profil penerbangan yang terkait dengan ancaman modern, seperti rudal jelajah dengan kemampuan siluman rendah.

Bagi para insinyur dan perencana, penggunaan target nyata, berawak, dan siluman menawarkan data dan pelajaran yang tidak dapat sepenuhnya direplikasi oleh simulasi digital atau drone.

F-117A ditenagai dua mesin General Electric F404-F1D2. Pesawat ini terbang dalam kecepatan subsonik dengan kecepatan maksimum hampir 0,92 Mach. Ketidakstabilan aerodinamisnya dikompensasi oleh sistem kontrol fly-by-wire (FBW), yang penting untuk menjaga kemampuan kendali.

Persenjataan selalu terbatas pada dua kompartemen internal, yang mampu membawa bom berpemandu laser dan, kemudian, amunisi berpemandu GPS, yang memperkuat perannya yang sangat khusus.

Sebanyak 64 F-117 berhasil dibuat, terdiri dari lima unit prototipe YF-117A dan 59 seri produksi F-117.

Misteri Huruf “F” untuk Mengelabui Intelijen Musuh?

Seperti telah disinggung di muka, penggunaan huruf “F” pada F-117 sebenarnya kurang tepat dan bahkan banyak pengamat yang menyebut hal ini salah kaprah. Sebab, pesawat ini bahkan tidak dilengkapi dengan senjata untuk pertempuran udara, termasuk rudal udara ke udara yang menjadi senjata utama pesawat tempur.

Misteri ini awalnya tidak terpecahkan dan banyak orang yang mengira F-117 adalah jet tempur siluman. Meski demikian, beberapa sumber menyebut bahwa penggunaan huruf “F” didasari oleh beberapa hal sebagai “siasat” dari militer AS.

Ada yang mengatakan, penggunakan huruf “F” adalah untuk menarik minat para pilot terbaik. Pada masa itu, di dekade 1980-an, pilot-pilot terbaik USAF biasanya lebih memilih untuk menerbangkan jet tempur berkode F seperti F-15 atau F-16, daripada pesawat pembom berkode “B” atau pesawat serang berkode “A”.

    Dengan memberi huruf “F” pada F-117, USAF ingin membentuk persepsi bahwa ini adalah pesawat “elite” untuk menarik minat pilot-pilot tempur papan atas agar mau bergabung dalam program yang saat itu sangat rahasia.

    Selain alasan tersebut, ada juga hal lain yang diyakini mendasari penggunaan huruf “F” pada F-117. Yaitu sebagai upaya disinformasi untuk menyesatkan intelijen musuh, khususnya Uni Soviet.

    Dengan menggunakan kode “F”, intelijen Soviet semasa Perang Dingin mungkin akan mengira bahwa pesawat ini adalah jet tempur pencegat atau pesawat uji coba konvensional, bukan pesawat pembom siluman yang dirancang khusus untuk menyelinap ke jantung pertahanan udara mereka.

    Ada juga spekulasi lainnya yang menyebut alasan penggunaan huruf “F” adalah untuk memudahkan proses administratif dan anggaran di Pentagon.

    Pesawat dengan kode “F” sering kali memiliki jalur birokrasi yang berbeda dalam pengadaan dan pemeliharaan dibandingkan dengan pembom strategis yang biasanya berukuran besar dan sangat mahal.

    Bila kita perhatikan juga, angka “117” pada F-117 sebenarnya layak dipertanyakan juga. Mengapa nomornya langsung “lompat jauh” dari nomor seri jet tempur USAF saat itu, yakni F-15 dan F-16. Lazimnya, kalau F-117 adalah jet tempur, maka nomornya “seharusnya” adalah F-17.

    Ada yang menduga, angka 117 sebenarnya diambil dari sistem penomoran yang digunakan oleh unit rahasia USAF di Tonopah, seperti 117th Tactical Fighter Wing.

    Ada juga yang menduga bahwa nomor 117 diambil dari penomoran pesawat-pesawat Soviet hasil rampasan yang diuji coba di Negeri Tirai Besi dengan kode 11X.

    Yang jelas, “kesalahan” penggunaan huruf “F” pada F-117 sebenarnya bukanlah yang pertama, karena sebelumnya USAF di tahun 1964 juga sudah menggunakan huruf “F” pada pembom taktis F-111. Pembom ini diberi nama resmi “Aadvark” pada tahun 1996 ketika dipensiunkan.

    Terlepas dari soal kode dan angka, F-117 adalah simbol kemajuan teknologi AS dalam melahirkan jet siluman berbentuk tidak lazim. Ya, begitulah guys.. (RNS)

      One Reply to “USAF akan tetap mengoperasikan jet F-117 Nighthawk hingga tahun 2034: Misteri huruf “F” untuk mengelabui intelijen Soviet?”

      1. Walau begitu, tetap saja penggemar penerbangan militer sudah bahkan sangat familiar dengan F-117A walau sejatinya adalah pesawat pembom ringan siluman presisi yang handal soal penyusupan di eranya bukan jet tempur kebanyakan dengan kode huruf “F” 👍😅

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *