AIRSPACE REVIEW – DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), badan penelitian dan pengembangan di bawah Departemen Perang Amerika Serikat, mengonfirmasi pada 14 Januari 2026, bahwa program RACER mereka telah menyelesaikan uji akhir dan siap untuk beralih ke penggunaan militer.
Pengumuman ini menyusul keberhasilan serangkaian demonstrasi yang dilaksanakan oleh Angkatan Darat AS (US Army) dan Korps Marinir AS (USMC).
Kendaraan yang dilengkapi RACER (Robotic Autonomy in Complex Environments with Resiliency) ini dapat beroperasi secara otonom di medan off-road yang kompleks tanpa GPS atau rute yang telah dipetakan sebelumnya.
RACER ini bukanlah program kendaraan tunggal, melainkan tumpukan perangkat lunak otonomi yang dapat digunakan kembali. Terdiri dari algoritma, kumpulan data, dan model jaringan saraf yang dapat dipasang pada berbagai jenis kendaraan darat.
Sistem ini dapat mengubah platform yang dilengkapi sensor menjadi kendaraan otonom yang mampu menavigasi lingkungan yang diperebutkan dan terdegradasi tanpa kendali manusia.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, DARPA bermitra dengan Korps Lapis Baja III Angkatan Darat AS dan Brigade Insinyur ke-36 selama demonstrasi penembusan medan tempur di bawah program Machine Assisted Rugged Soldier (MAS).
Kendaraan robot jenis pertama dibangun oleh Carnegie Robotics di atas sasis Textron M-5, yang dilengkapi dengan alat peledak jalur pembersih ranjau M58 MICLIC.
Selanjutnya, pada November 2025, prajurit dari Resimen Kavaleri Lapis Baja ke-11 menggunakan kendaraan lainnya yang dilengkapi sistem RACER sebagai pasukan lawan selama latihan simulasi pertempuran di Pusat Pelatihan Nasional di Fort Irwin, California.
Kendaraan robot jenis kedua tersebut menggunakan platform Polaris RAZOR 4×4 untuk melakukan pengintaian jarak jauh otonom dengan muatan ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian) yang terintegrasi.
DARPA menyatakan bahwa salah satu pencapaian utama RACER adalah arsitektur persepsinya, yang memungkinkan kendaraan otonom untuk memprediksi medan dan menyesuaikan perilaku di lingkungan yang tidak pasti.
Tidak seperti sistem sebelumnya yang membutuhkan pelatihan ulang selama berminggu-minggu, sistem RACER ini dapat beradaptasi dengan medan baru dalam waktu sekitar satu hari saja.
DARPA memvalidasi sistem persepsi ini selama eksperimen RACER terakhirnya di Fort Irwin National Training Center, menyelesaikan delapan eksperimen utama yang dilakukan selama masa berjalannya program tersebut.
Setelah pengujian militer selesai, DARPA mengatakan bahwa sistem otonomi RACER kini siap untuk dialihkan ke Departemen Perang AS dan industri swasta untuk diproduksi masal.
Badan tersebut mencatat bahwa beberapa perusahaan terlibat program RACER ini termasuk Field AI dan Overland AI, yang juga sedang mengembangkan sistem otonomi off-road komersial untuk sektor-sektor seperti pertanian, pertambangan, konstruksi, dan transportasi. (RBS)

