AIRSPACE REVIEW – Rusia akan memamerkan lebih dari 200 produk militer di pameran sistem nirawak internasional UMEX (Unmanned Systems Exhibition) 2026 di Abu Dhabi, UEA pada 19-22 Januari 2026.
Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer-Teknis melaporkan, sejumlah perusahaan Rusia ikut serta dalam pameran ini.
“Pameran ini akan menampilkan partisipasi dari perusahaan industri pertahanan Rusia: Technodinamika, Kalashnikov Concern, UEC, STC, dan Aeroscan. Area pameran Rusia akan mencakup 364 meter persegi. Sebanyak 211 produk militer akan dipamerkan,” kata laporan tersebut.
Rosoboronexport adalah penyelenggara pameran Rusia. Di Abu Dhabi, Rusia juga akan memamerkan sistem pengintaian dan serangan Lancet-E, yang sudah terbukti keandalannya di medan perang Ukraina.
Secara spesifik, Kalashnikov Concern akan memamerkan drone taktis dan senjata api modern. Technodinamika memamerkan sistem payung udara untuk drone dan logistik.
Kemudian United Engine Corporation (UEC) menampilkan mesin-mesin khusus untuk kendaraan nirawak (UAV). Dan Specialized Technical Center (STC) memamerkan drone pengintai Orlan.
Selain drone udara, mereka membawa purwarupa kendaraan darat otonom untuk evakuasi medis dan pengiriman logistik.
Disamping perangkat keras, Rusia juga memamerkan sistem simulasi berupa alat pelatihan berbasis VR/AR untuk operator drone, perangkat lunak yang memungkinkan drone beroperasi dalam kelompok (swarming) atau menavigasi tanpa sinyal GPS (penting untuk menghadapi sistem jamming).
Lancet-E dan Orlan-10/30
Lancet-E adalah versi ekspor dari seri drone kamikaze Zala Lancet. Drone ini dirancang untuk menyerang target bernilai tinggi seperti artileri, sistem pertahanan udara, dan kendaraan lapis baja.
Drone Lancet-E menggunakan menggunakan sensor optik-elektronik dan TV yang memungkinkan operator mengunci target di fase akhir penerbangan.
Perusahaan mengklaim drone ini tahan terhadap jamming karena mengunakan algoritma kecerdasan buatan (AI) untuk pengenalan objek. Lancet-E tetap bisa menyerang target meskipun koneksi dengan operator terputus akibat gangguan sinyal (EW).
Lancet-E memiliki jangkauan 40-70 km tergantung varian. Kecepatan terbang 110 km/jam saat terbang level dan 300 km/jam saat menukik.
Hulu ledak yang digunakan tersedia dalam varian High-Explosive Anti-Tank (HEAT) untuk menembus tank.
Sementara drone Orlan-10 dan Orlan-30 yang turut dipamerkan, merupakan sistem “mata di langit”. Orlan-10 fokus pada pengintaian udara, pengawasan, dan penentuan koordinat target untuk artileri.
Sedangkan Orlan-30, terutama versi yang ditingkatkan, dilengkapi dengan designator target laser. Ini memungkinkan Orlan-30 memandu bom atau peluru artileri pintar (seperti Krasnopol) tepat ke sasaran.
Orlan-30 mampu terbang selama 10–16 jam tanpa henti. Drone dilengkapi dengan kamera modular yang bisa diganti-ganti, baik kamera thermal, TV, maupun sensor pemetaan 3D sesuai kebutuhan misi.
Drone Orlan-10 dan Orlan-30 diluncurkan menggunakan ketapel (catapult), sehingga tidak butuh landasan pacu formal. (RNS)

