AIRSPACE REVEW – Rusia dilaporkan akan melaksanakan penerbangan perdana jet tempur siluman Su-75 Checkmate pada tahun 2026, sejak prototipe pertama pesawat ini diperkenalkan kepada publik di pameran kedirgantaraan internasional MAKS 2021.
Surat kabar Rusia Izvestia menulis, jadwal terbaru memperkirakan jet ini akhirnya akan meninggalkan fase pengembangan di darat dan maju ke tahap uji terbang.
Dikembangkan oleh Sukhoi, anak perusahaan United Aircraft Corporation (UAC), bagian dari Rostec, Checkmate dirancang sebagai pesawat tempur taktis ringan bermesin tunggal dengan karakteristik siluman.
Pesawat ini disiapkan untuk melengkapi jet Su-57 dan akan menggantikan varian MiG-29 yang lebih tua.
Rencana penerbangan perdana Su-75 telah mundur beberapa kali dari jadwal semula yang ditargetkan pada tahun 2023.
Prototipe Su-75 dibuat di pabrik Komsomolsk-on-Amur yang berada di ujung timur Rusia. Pabrik yang sama memproduksi serial jet Su-35S dan Su-57.
Dari sisi teknis, Su-75 mengadopsi solusi yang dirancang untuk menyeimbangkan kemampuan siluman dan kesederhanaan industri.
Saluran masuk udara supersonik non-bypass, yang diposisikan di bawah badan pesawat, mengurangi bobot dan kompleksitas struktural.
Sementara ekor berbentuk V menggantikan stabilisator tradisional, menggabungkan kontrol pitch dan yaw melalui sistem penerbangan digital.
Sama dengan jet tempur generasi kelima lainnya, Su-75 memiliki ruang senjata internal untuk misi tempur siluman. Tapi pesawat ini juga dilengkapi dengan tiang gantungan senjata eksternal untuk melaksanakan misi di mana kemampuan siluman bukan prioritas.
Su-75 telah mendapatkan beberapa perubahan desain guna penyesuaian bertahap pada geometri sayap dan permukaan kendali, guna penyempurnaan aerodinamika dan tanda radar.
Selain dirancang untuk penggunaan di dalam negeri, Su-75 khususnya diprioritaskan untuk diekspor ke negara-negara peminat.
Pesawat ini disiapkan sebagai alternatif canggih bagi negara-negara yang tidak mendapat izin untuk membeli F-35 dari Amerika Serikat.
Penerbangan perdana Su-75 di tahun ini akan menandai awal dari fase penting industri kedirgantaraan Rusia di tengah pembatasan di sektor keuangan, perdagangan, dan embargo militer yang diberlakukan Barat.
Publik menunggu akselerasi dan pembuktian bahwa Rusia masih merupakan salah satu negara yang diperhitungkan dunia. (RNS)

