AIRSPACE REVIEW – Kapal fregat pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut, KRI Prabu Siliwangi-321 sedang menjalani pengujian laut (Sea Trials) di Italia.
Sea Trials perdana dilaksanakan dari galangan kapal Fincantieri menuju dermaga North Side Arsenale Angkatan Laut Italia pada 8 Januari 2026.
Pelayaran pertama KRI Prabu Siliwangi dengan para pengawak baru dari TNI AL dipimpin komandan kapal ini Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja.
KRI Prabu Siliwangi-321 adalah kapal fregat kelas PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) kedua yang dibeli Indonesia dari Fincantieri.
Frefat PPA pertama, yaitu KRI Brawijaya-320 telah bergabung dengan TNI Angkatan Laut.
Fregat PPA merupakan kapal perang canggih yang dirancang dengan fungsi multiperan. Muilai dari misi patroli hingga pertempuran intensitas tinggi. Sistem persenjataan kapal dapat ditingkatkan hingga hingga konfigurasi penuh.
Sea Trials adalah bagian dari prosedur tetap yang dilaksanakan oleh pihak pabrikan sebelum kapal dinyatakan laik berlayar dan diserahkan kepada pelanggan.
Pelayaran ini memastikan mesin, sistem navigasi, dan komunikasi berfungsi sempurna di kondisi laut nyata.
Pelayaran ini juga sekaligus dalam rangka melatih kru kapal beradaptasi dan mengoperasikan kapal baru.
Freat PPA memiliki panjang 143 m, lebar 16,5 m, bobot perpindahan 6.250 ton (Full Load), kecepatan maksimum lebih dari 30 knot, dan daya jelajah hingga 5.000 Nm (9.260 km)..
Kapal dipersenjatai dengan sistem rudal permukaan ke udara (Surface-to-Air Missile/SAM) Aster 15 beserta peluncur vertical DCNS Sylver A43.
Sistem rudal SAM Aster 15 dapat dipasang pada berbagai jenis kapal perang, seperti fregat, kapal perusak, maupun kapal induk.
Kapal juga dipersenjatai dengan meriam 127 mm Vulcano, meriam 76 mm Strales, meriam ringan 25 mm dengan Fire-Control Radar (FCR) RTN 10X sistem Dardo, Peperangan Elektronika RECM, RESM dan CESM, Tactical Data Link-Y, serta radar multifungsi Leonardo Kronos.
Dua kapal PPA dalam konfigurasi Light Plus dibeli oleh Indonesia menyusul permintaan mendesak untuk melengkapi kekuatan tempur TNI AL.
Kedua kapal awalnya dibangun untuk Angkatan Laut Italia dan diberi nama Marcantonio Colonna serta Ruggiero do Lauria.
Pengadaan dua kapal PPA oleh Pemerintah Indonesia disertai dengan paket ofset yang komprehensif, di antaranya mencakup konsultasi pengembangan galangan kapal, strategi bisnis jangka panjang, peningkatan fisik galangan kapal, pelatihan kelas di Italia selama enam bulan, termasuk pengembangan jalur pelatihan di Universitas Pertahanan.
Menurut informasi, KRI Prabu Siliwangi dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada bulan Maret 2026. (RNS)

