AIRSPACE REVIEW – Jerman akan membeli delapan drone patroli maritim (MP) canggih MQ-9B buatan Amerika Serikat untuk misi pengawasan sekaligus peran antikapal selam (ASW).
Pembelian MQ-9B ini dilakukan di bawah program uMAWS, di mana komite anggaran Bundestag telah mengalokasikan dana sebesar 1,9 miliar euro.
Dilaporkan 1,52 miliar euro akan dihabiskan untuk pembelian delapan tersebut, yang menurut perhitungan kasar setara dengan 190 juta euro per unitnya.
Artinya, harga per unit MQ-9B ini hampir setara dengan harga jet tempur Eurofighter Typhoon tipe teratas yakni Tranche 5 yang dibandrol 187,5 juta euro.
Lima drone pertama dipesan pada tahun 2021 dan tiga lagi pada tahun 2023, dengan kontrak untuk empat tambahan diharapkan akan segera ditandatangani dalam waktu dekat.
MQ-9B ini direncanakan untuk bekerja sama dengan pesawat patroli maritim P-8A Poseidon, yang pesawat pertamanya telah oleh Boeing dikirim ke Jerman.
MQ-9B SeaGuardian merupakan turunan dari MQ-9B SkyGuardian yang dikembangkan oleh General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI).
Misi yang dapat dilaksanakan meliputi Electronic Intelligence (ELINT), Communication Intelligence (COMINT), Automatic Identification System (AIS), monitor dan kontrol sonobuoy Anti-Submarine Warfare (ASW), dan lainnya.
Drone dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 5.670 kg ini ditenagai oleh satu mesin turboprop PT6 E-Series yang dipasok oleh Pratt & Whitney Canada (PWC).
Untuk performanya, MQ-9B memiliki kecepatan jelajah sekitar 370 km/jam dan kecepatan maksimum 463 km/jam.
Lalu, ketinggian terbang drone mencapai 12,200 m, jangkauan operasi hingga 11.00 km (tergantung muatan misi) atau ketahanan di udara selama 30 jam. (RBS)


Di Houthi sudah 4 unit MQ9 ditembak jatuh jd hebatnya dmn ? Malahbkapal induk as yg deket houthi terpaksa menjauh krn takut kena rudal houthi