AIRSPACE REVIEW – Thailand telah memesan sejumlah kendaraan tempur lapis VN1 buatan China guna menggantikan BTR-3 buatan Ukraina yang saat ini dioperasikan oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand (RTA).
Kantor Atase Militer Kedutaan Besar Thailand di China mengatakan, kontrak terkait telah ditandatangani pada 11 Januari 2026.
Pengadaan VN1 tambahan gelombang keempat ini menelan biaya sekitar 987 juta baht Thailand (29,1 juta USD), yang dialokasikan pada tahun fiskal 2025.
Sejauh ini, sebanyak 111 unit VN1 telah tiba dalam lima varian yakni kendaraan pengangkut personel (APC), kendaraan evakuasi medis, kendaraan pembawanmortir swagerak 120 mm SM4A, kendaraan pemulihan VS27 BREM, dan kendaraan komando VE36.
Menariknya, pembelian baru tersebut mungkin termasuk juga varian penghancur tank (Tank Destroyer) ST1 yang dipersenjatai dengan kanon kaliber 105 mm.
Mengenai VN1 atau dikenal juga sebagai Type 08 adalah kendaraan lapis baja berpenggerak 8×8 yang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan NORINCO sejak tahun 2008.
Kendaraan ini memiliki arsitektur modular dan mendukung berbagai konfigurasi termasuk pengangkutan pasukan, dukungan tembakan, komando, logistik, dan varian misi khusus lainnya.
Untuk spesifikasinya, VN1 memiliki bobot antara 15-25 ton tergantung variannya. Berdimensi panjang 8 m, lebar 3 m, dan tinggi 2,1 m.
Varian pengangkut personel (APC) menampung 11 prajurit termasuk pengemudi, sedangkan versi kendaraan tempur infanteri (IFV) hanya tujuh prajurit termasuk pengemudi.
Sebagai tenaga penggeraknya, VN1 dibekali mesin diesel Deutz BF6M1015C kapasitas 11.900 cc dengan daya mencapai 330 kW (440 hp).
Kendaraan dapat mencapai kecepatan maksimum 100 km/jam di permukaan jalan datar dan jangkauan operasinya sekitar 800 km. (RBS)

