AIRSPACE REVIEW – Administrasi Negara untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional (SASTIND) China mengonfirmasi pada 12 Januari 2026, bahwa jet tempur Chengdu J-10CE telah meraih kemenangan tempur pertamanya pada Mei tahun lalu.
Disebutkan, pesawat yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Pakistan (PAF) tersebut menembak jatuh beberapa pesawat dalam pertempuran udara tanpa mengalami kerugian, seperti dikutip Xinhua.
Pengumuman tersebut menyatakan bahwa keberhasilan J-10CE di luar negeri menunjukkan teknologi penerbangan China praktis, andal, dan kompetitif.
Badan tersebut menambahkan bahwa hasil pertempuran yang gemilang tersebut akan mendukung akuisisi produk China yang lebih luas oleh pelanggan asing.
Seperti diberitakan banyak media internasional, pada 6 Mei 2025, Angkatan Bersenjata India meluncurkan Operasi Sindoor, dengan 24 serangan yang menargetkan enam lokasi di Kashmir yang dikelola Pakistan (Muzaffarabad dan Kotli) dan provinsi Punjab Pakistan (Bahawalpur), yang melintasi Garis Kontrol dan perbatasan internasional.
Angkatan Udara India (IAF) kala itu mengerahkan jet tempurnya termasuk Dassault Rafale yang dilengkapi dengan rudal SCALP dan bom AASM Hammer. Pertempuran udara berlangsung selama 23 menit pada pagi hari 7 Mei 2025.
Pada 7 Mei 2025, Pakistan melakukan serangan rudal ke Kashmir yang dikelola India sebagai tanggapan atas serangan rudal India ke Pakistan.
Menurut media negara Pakistan, PAF menembak jatuh lima pesawat India, termasuk Rafale, meskipun pihak India menepisnya.
Keberhasilan J-10CE Pakistan ini berkat rudal udara ke udara jarak jauh PL-15 yang juga dipasok oleh China. Jangkauannya hingga 200-300 km, sedangkan varian ekspor PL-15 sekitar 150 km.
Rudal PL-15 dilengkapi panduan berupa pelacakan radar aktif dengan pencari AESA yang kuat, berpotensi dengan pembaruan di tengah lintasan melalui tautan data dan panduan inframerah pada fase terminal.
Menggunakan sistem propulsi motor roket pulsa ganda, rudal dapat meluncur dengan kecepatan tinggi, di atas 5 Mach.
Keberhasilan J-10CE juga berkat dukungan pesawat Peringatan Dini dan Kontrol Udara (AEW&C), Shaanxi ZDK-03 buatan China.
ZDK-03 berfungsi mendeteksi dan melacak pesawat dan rudal pada jarak jauh, memberikan gambaran situasional (situational awareness) udara dan darat secara komprehensif kepada komando dan pilot tempur Pakistan.
Pesawat ini juga bertindak sebagai pusat komando dan kendali udara, memandu jet tempur Pakistan lainnya, seperti JF-17 Thunder dan J-10CE, untuk mencegat atau merespons serangan udara India. (RBS)


“Keberhasilan J-10CE juga berkat dukungan pesawat Peringatan Dini dan Kontrol Udara (AEW&C), Shaanxi ZDK-03 buatan China.”
AEW&C atau di AS sebutannya AWACS ini adalah mutlak harus dimiliki oleh AU modern, jangan hanya pikirkan platform (jet tempur) tapi juga pikirkan pengadaan untuk network centric-nya