AIRSPACE REVIEW – Dalam kunjungan kerjanya ke Pakistan, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Kepala Angkatan Udara Pakistan Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu di Islamabad untuk membahas potensi pengadaan jet tempur dan drone militer.
Dilaporkan oleh Reuters (12/1), pembicaraan tersebut berpusat pada penjualan 40 unit jet tempur JF-17 Thunder dan sejumlah drone intai serang Shahpar ll yang diproduksi oleh industri pertahanan Pakistan.
Khusus tentang Shahpar II, drone kelas MALE (Medium Altitude Long Endurance) ini dikembangkan oleh Global Industrial Defense Solutions (GIDS).
Sosok Shahpar ll diperkenalkan kepada publik pertama kalinya saat diikutkan dalam parade militer peringatan Hari Republik Pakistan pada 23 Maret 2021.
Untuk spesifikasinya, drone Shahpar II memiliki panjang 8 m dan lebar sayap 9,45 m. Drone ini dapat membawa muatan internal 53 kg dan muatan eksternal 190 kg.
Dibekali sebuah mesin model pusher, drone ini mampu terbang dengan kecepatan maksimum 200 km/jam dan terbang hingga ketinggian 7.010 m (23.000 kaki).
Rangkaian sensor, kubah multisensor yang diberi nama Zumr-II Electro-Optical Independent (EO/IR), diproduksi oleh AERO (Advanced Engineering Research Organisation), salah satu dari tujuh perusahaan yang membentuk konsorsium GIDS.
Salah satu senjata mematikan yang dibawa Shaphar II adalah rudal udara ke permukaan Burq yang dirancang oleh NESCOM dan diproduksi oleh GIDS, dapat menyasar target bergerak maupun statis maksimum sejauh 8 km.
Selain itu, Shahpar II juga akan dibekali rudal Burq-50P versi baru dengan jangkauan 12 km, serta bom berpemandu laser buatan lokal. (RBS)

