Mesir sedang mengevaluasi pesawat Saab GlobalEye AEW&C untuk menggantikan E-2C Hawkeye

GlobalEyeSaab

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Mesir dilaporkan telah mencapai kemajuan dalam negosiasi dengan Saab dari Swedia untuk kemungkinan akuisisi pesawat peringatan dini dan kendali udara (AEW&C) GlobalEye.

Platform tersebut saat ini menjadi kandidat utama bagi Kairo untuk menggantikan armada Grumman E-2C Hawkeye Angkatan Udara Mesir yang sudah tua.

Fase penjajakan telah dilakukan Mesir pada pertengahan tahun 2025 melalui pertemuan antara perwakilan militer Mesir dan Saab di ajang Paris Air Show. Fase ini kemudian ditindaklanjuti dengan fase evaluasi di tingkat pemerintah.

Hingga saat ini memang belum ada pengumuman resmi dari Kairo terkait penandatanganan kontrak, jumlah pesawat yang akan diakuisisi, jadwal pengiriman, dan model keuangan yang telah ditentukan. Sumber media mengatakan, proses ini masih dalam tahap analisis teknis, operasional, dan anggaran.

Mesir menerima pesawat E-2C Hawkeye pertamanya pada akhir tahun 1980-an dan selama bertahun-tahun menggunakan pesawat tersebut sebagai platform peringatan dini dan manajemen wilayah udaranya.

Modernisasi pada E-2C telah dilakukan oleh Mesir mencakup integrasi radar APS-145, komputer misi baru, dan peningkatan sistem komunikasi, sehingga memungkinkan pesawat ini untuk diperpanjang masa pakainya hingga akhir dekade ini.

Meskipun demikian, platform yang dirancang pada tahun 1960-an tersebut memerlukan biaya perawatan yang tinggi dan kurangnya fleksibilitas untuk mengintegrasikan sensor dan tautan data baru.

Kebutuhan pengawasan Mesir telah meningkat secara signifikan. Di luar pertahanan udara klasik, negara di Afrika Utara ini perlu memantau area maritim strategis di Mediterania dan Laut Merah.

Selain itu pesawat baru juga diperlukan untuk melindungi jalur perdagangan vital, melacak aktivitas di sekitar Terusan Suez, dan menjaga kewaspadaan terus-menerus di wilayah sensitif seperti Semenanjung Sinai.

Skenario ini mendukung solusi yang mampu memberikan pengawasan berkelanjutan di berbagai domain, sesuatu yang melampaui fokus tradisional Hawkeye.

GlobalEye dibangun dengan menggunakan pesawat jet bisnis jarak jauh Bombardier Global 6000/6500 dari Kanada. Pesawat ini dirancang untuk penerbangan jarak sangat jauh (ultra-long-range) dengan kenyamanan kabin yang luar biasa.

Global 6500 merupakan pengembangan dari Global 6000 dengan mesin yang lebih efisien dan jangkauan yang lebih luas.

Pesawat dengan kapasitas angkut 17 orang ini, mampu menempuh jarak 11.112 km (Global 6000) dan 12.223 km (Global 6500) atau kurang lebih sama dengan jarak dari Jakarta ke London. Pesawat dapat terbang lebih dari 13 jam.

Karakteristik tersebut memungkinkan pesawat ini melakukan cakupan yang jauh lebih luas dalam satu misi AEW&C dan kehadiran yang lebih lama di wilayah terpencil, sehingga dapat mengurangi kebutuhan akan banyak pesawat. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *