Atlantik memanas, Irlandia akan lengkapi pesawat patroli maritim C295 dengan perangkat pendeteksi kapal selam

C295 Korps Udara IrlandiaIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Irlandia, sebuah negara yang terletak di Eropa Barat Laut dan secara historis menjunjung tinggi netralitas militer, kini mengambil langkah tegas dan mahal untuk memperkuat pertahanan maritimnya.

Pemicunya bukan ancaman di darat, melainkan kegiatan bawah air yang dinilai semakin agresif dilakukan oleh armada asing di dekat perairan vital Atlantik Utara.

Program modernisasi armada pesawat patroli maritim C295 pun digelar guna merespons langsung terhadap kehadiran kapal intelijen negara lain tersebut, yang berpotensi merusak infrastruktur komunikasi Eropa.

Pemerintah Irlandia menyadari kerentanan posisi geografisnya di tepi Eropa. Kerentanan ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar kabel komunikasi bawah laut transatlantik yang menghubungkan Eropa dan Amerika Utara melintasi perairan dekat Irlandia.

Dublin khawatir adanya kapal-kapal asing yang dapat menurunkan wahana berawak maupun tak berawak bawah air yang dapat merusak jaringan kabel bawah laut yang membentang di sana.

Terkait hal itu, Departemen Pertahanan Irlandia menyatakan telah mengalokasikan anggaran sebesar 50 juta euro (58 juta USD –setara Rp981 miliar) yang kemudian diimplementasikan dalam kontrak dengan perusahaan teknologi pertahanan Prancis, Thales DMS France.

Menurut sumber industri pertahanan, kontrak tersebut sebenarnya adalah untuk penyediaan kemampuan Sonar Tunda (Towed Sonar Capability) bagi Kapal Angkatan Laut Irlandia (Irish Naval Vessels) pada tahun 2027.

Meskipun kontrak towed sonar untuk kapal laut, Thales adalah pemain kunci yang memungkinkan peningkatan kemampuan Anti-Kapal Selam (ASW) udara.

Peningkatan kapabilitas pesawat C295 Irlandia dengan penambahan peluncur Sonobuoy kemungkinan akan menggunakan teknologi yang diproduksi oleh Thales tersebut, atau setidaknya diintegrasikan oleh perusahaan yang bekerja sama dengan Thales.

Korps Udara Irlandia memiliki tiga pesawat C295, terdiri dari dua C295 Persuader yaitu varian Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan satu C295 versi transpor.

Ketiga pesawat tersebut diterima dari Airbus Defence and Space sejak musim panas 2023. Pesawat diakuisisi untuk menggantikan peran CN235 yang menua.

Dengan mengintegrasikan Sonobuoy, pesawat C295 Persuader Irlandia akan bertransformasi dari sekadar alat pengawasan permukaan menjadi platform Peperangan Anti-Kapal Selam (ASW) yang fungsional.

Mata dan Telinga di Bawah Laut

Sonobuoy –penggabungan dari kata Sonar (Sound Navigation and Ranging) dan Buoy yang bermakna pelampung)– adalah perangkat pendengar akustik sekali pakai yang dijatuhkan dari pesawat, helikopter, atau kapal permukaan ke dalam laut.

Perangkat ini akan mengapung di permukaan, sementara sensor akustiknya (hidrofon) turun ke kedalaman tertentu untuk mendengarkan suara di bawah air. Fungsinya adalah untuk mendeteksi, melacak, dan mengklasifikasikan kapal selam musuh.

Setelah diluncurkan dari pesawat, dalam hal ini C295, tabung peluncuran Sonobouy akan terbuka dan pelampung kecil muncul ke permukaan.

Hidrofon dan stabilisator kemudian diturunkan ke kedalaman yang telah ditentukan dan antena radio kecil diperpanjang.

Hidrofon akan mendengarkan suara, termasuk suata baling-baling kapal selam, suara mesin, atau suara pantulan lainnya.

Data akustik yang ditangkap inilah yang kemudian diubah menjadi sinyal radio dan ditransmisikan secara waktu nyata ke pesawat patroli yang terbang di atas.

Operator di pesawat dengan menggunakan stasiun pemrosesan akustik akan menganalisis data, memfilter kebisingan, dan mengidentifikasi keberadaan, arah, dan kecepatan benda yang terdeteksi di bawah air tersebut. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *