AIRSPACE REVIEW – Media Rusia baru-baru ini memberitakan mengenai Proyek 23700 Voevoda yang secara resmi ditugaskan ke Layanan Penyelamatan Laut Rusia (Marine Rescue Service) di wilayah Baltik pada akhir tahun 2025.
Disebutkan, kapal ini dirancang untuk melaksanakan dan mendukung berbagai operasi penyelamatan maritim dan darurat.
Kapal dapat mengangkut, mengerahkan, dan memasok peralatan pencarian dan penyelamatan, termasuk empat kapal kecil dan dua helikopter.
Tidak banyak rincian mengenai kapal ini yang diungkap. Bahkan beberapa informasi di internet telah dihapus.
Namun dokumentasi dari galangan kapal Yantar setidaknya mengindikasikan bahwa kapal ini dilengkapi dengan fasilitas kenyamanan yang ditingkatkan (enhanced comfort facilities).
Fasilitas tersebut antara lain mencakup delapan unit ruang tinggal dengan kamar tidur, kamar mandi, dan kantor terpisah, ruang konferensi, dan ruang makan penumpang, serta dapur kecil (pantry).
Pengamat menilai, biaya untuk fasilitas interior mewah ini mencapai jutaan dolar AS, jauh melebihi standar untuk kapal penyelamat biasa.
Kapal Pesiar Putin?
Laporan sejumlah media dan analisis pertahanan berspekulasi menyebut Voevoda memiliki peran ganda (dual-role).
Beberapa pihak mengklaim kapal ini dirancang sebagai kapal negara hibrida yang ditujukan terutama untuk layanan kapal pesiar (yacht) bagi Presiden Rusia Vladimir Putin atau pejabat tinggi pemerintah lainnya.
Arsitektur dan fungsionalitasnya disebut-sebut mirip dengan jenis kapal pesiar ekspedisi (expedition yacht) yang populer.
Data yang belum terverifikasi menggambarkan, Voevoda memiliki bobot perpindahan 7.500 ton. Panjang kapal ini 111 m, lebar 24 m, serta memiliki kecepatan 22 knot dan jangkauan hingga 5.000 mil.
Portal pertahanan The War Zone (TWZ) mencatat, Layanan Penyelamatan Maritim Rusia telah mengalami berbagai perubahan identitas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tanggung jawab utamanya tetap menyelamatkan orang di laut, dengan misi sekunder pengendalian polusi.
Armada layanan ini berjumlah sekitar 80 kapal, mencakup kapal serbaguna, kapal tunda penyelamat, kapal selam, dan kapal bantu.
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia mengeluarkan kontrak untuk pembangunan kapal Voevoda (atau Voyevoda) pada Desember 2016.
Lunasnya diletakkan di Galangan Kapal Yantar di Kaliningrad pada April 2017.
Kontrak tersebut menyatakan bahwa kapal ini harus diserahkan pada November 2019, tetapi tenggat waktu tersebut berulang kali diundur.
Sumber-sumber industri pembuatan kapal mengatakan kepada surat kabar harian Rusia Kommersant bahwa kapal ini akan digunakan untuk misi penyelamatan, meskipun mereka tidak menampik bila kapal ini dapat digunakan untuk fungsi lainnya.
Pada akhirnya, Voevoda baru diluncurkan pada November 2019. Setelah empat tahun dihabiskan untuk pemasangan perlengkapan, akhirnya kapal tersebut memulai uji coba laut di galangan kapal pada Desember 2023. Uji coba ini berlangsung selama dua tahun.
Saat ini Voevoda secara resmi telah dioperasikan oleh Layanan Penyelamatan Maritim sebagai kapal penyelamat darurat.
Kalaupun ada rumor bahwa kapal ini adalah kapal yact untuk Putin, hal ini belum dapat dipastikan kebenarannya. (RNS)

