AIRSPACE REVIEW – Militer Korea Utara telah meluncurkan dua rudal balistik ke Laut Timur pada Minggu pagi (4/1), yang menandai peluncuran rudal pertama Pyongyang pada tahun 2026 ini.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal-rudal tersebut ditembakkan dari daerah dekat Pyongyang sekitar pukul 7:50 pagi waktu setempat dan menempuh jarak sekitar 900 km sebelum mendarat di Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Peluncuran rudal yang tidak disebutkan namanya tersebut, dilakukan saat para pemimpin regional bersiap untuk pertemuan puncak antara Korea Selatan dan China yang dijadwalkan pada hari Senin (5/1).
Kantor Kepresidenan Korea Selatan langsung mengadakan pertemuan keamanan darurat setelah peluncuran tersebut.
Seoul juga telah mendesak Beijing untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam upaya yang bertujuan untuk denuklirisasi di Semenanjung Korea.
Sebelumnya, militer Korea Utara telah melakukan uji coba peluncuran serupa pada 7 November 2025, ketika mereka menembakkan rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur.
Untuk diketahui, uji coba rudal balistik oleh Korea Utara dilarang berdasarkan beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB, tetapi Pyongyang terus melanjutkan aktivitas tersebut dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan perluasan program rudalnya.
Rezim tersebut berpendapat bahwa uji coba tersebut merupakan bagian dari hak kedaulatan negaranya untuk membela diri, terutama dari ancaman Amerika Serikat dan Sekutunya. (RBS)

