Angkatan Udara Sri Lanka akan menerima dua pesawat C-130H Hercules, bantuan dari AS dan Australia

C-130H Sri LankaIan French

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Sri Lanka (SLAF) dilaporkan akan menerima dua pesawat angkut militer seken Lockheed Martin C-130H Hercules sebagai bagian dari modernisasi armadanya pada tahun 2026 dan 2027.

Pesawat pertama adalah C-130H bekas Angkatan Udara AS (USAF) dan pesawat kedua C-130H sumbangan Australia.

Namun Angkatan Udara Australia (RAAF) tidak memiliki stok aktif C-130H dalam inventarisnya, kemungkinan pesawat tersebut akan diambil dari stok USAF, tetapi akan dibayar oleh Australia.

Diketahui RAAF sebelumnya memiliki 12 unit C-130H yang telah ditarik dari tugas aktif pada 30 November 2012. Sembilan di antaranya telah dijual ke Indonesia dan digunakan oleh TNI AU.

Saat ini, armada pesawat angkut SLAF dioperasikan oleh Skadron Angkut Berat ke-2 di Pangkalan Udara Katunayake, bagian dari Bandara Internasional Colombo/Bandaranaike.

Unit ini mengoperasikan empat pesawat angkut Antonov An-32B era Uni Soviet dan satu pesawat Lockheed Martin C-130K Hercules bekas Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF).

Mengenai C-130H, adalah model terakhir dari keluarga Hercules klasik, identik dengan tipe C-130E tetapi dengan mesin turboprop Allison T56-A-15 yang lebih bertenaga. Diperkenalkan pada Juni 1964. pesawat seri ini diproduksi sebanyak 308 unit.

Sedangkan C-130K adalah varian C-130H yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Kerajaan Inggris.

Untuk spesifikasinya, C-130H memiliki panjang 29,3 m, bentang sayap 39,7 m, dan tinggi 11,4 m. Pesawat diawaki lima kru (2 Pilot, Navigator, Flight Engineer, Loadmaster).

C-130H dapat menampung 92 prajurit atau 64 personel terjun payung, atau 74 pasien dengan tandu, atau muatan kargo 19 ton.

C-130H memiliki performa dengan kecepatan terbang maksimum 600 km/jam, ketinggian terbang hingga 20.000 kaki (6.000 m), dan jangkauan operasi sekitar 3.795 km. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *