AIRSPACE REVIEW – Belarus dilaporkan telah mengirimkan peralatan militer menggunakan puluhan gerbong kereta api menuju pangkalan cadangan tank pusat Rusia.
Pengiriman dilaksanakan pada periode 1 April dan 30 September 2025, termasuk pengiriman 31 gerbong datar yang membawa kendaraan militer dari stasiun kereta api Barysaw di Belarus.
Laporan menyebut, pengiriman tersebut berasal dari Pusat Dukungan Teknis ke-814 di bawah Kementerian Pertahanan Belarusia.
Para analis mencatat bahwa arah dan tujuan konvoi tersebut menunjukkan penyediaan langsung peralatan Belarusia yang disimpan untuk kebutuhan militer Rusia.
Dalam pengiriman terpisah yang didokumentasikan dalam laporan yang sama, sebuah kereta militer berangkat dari stasiun Polatsk, membawa peralatan dari Resimen Rudal Anti-Pesawat ke-377 Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Belarusia.
Peralatan tersebut diyakini termasuk komponen sistem rudal pertahanan udara guna mendukung perbaikan dan perawatan besar-besaran di fasilitas industri pertahanan Rusia. (RNS)


Kok aneh ya, biasanya kan rusia yang mengirim perlengkapan perang ke teman2nya, karena memang rusia jualan senjata. Sekarang malah rusia minta kiriman senjata. Kalau sudah selemah itu, apa kuat dia lawan US?
Rusia perang 3 tahun tanla henti tentu tentu menguras persenjataan , tak heran jika dari sekutunya mensuplay . Usa pun jika perang tunggal pasfi kehabisan amunisi , makanya butuh sekutu spt perancis , inggris dll
Belarusia itu negara bagian dari Russia yang dipercayakan Rusia untuk memproduksi senjata dan merupakan salah satu pabrik senjata terbesar Rusia yang didirikan di bellarusia, bukan Rusia membeli atau meminta bantuan tetapi itu salah satu langkah mengamankan persenjataan Rusia, karena Rusia fokus pada pengembangan nuklir, makanya Rusia tidak takut sama negara manapun karena jika us nato beserta seluruh sekutu eropa membuat kondisi Rusia terdesak pastilah jalan Rusia hanya menggunakan nuklir yang sudah mengunci target target dari musuhnya dengan tekhnologi nuklirnya. Karena Rusia punya prinsip jika Rusia musnah maka dunia yang memusuhinya juga harus musnah. Silahkan di cek Tekhnologi nuklir terbesar siapa yang bisa menyaingi Rusia. Makanya saya hanya takut Amerika beserta negara negara eropa yang sukanya mengusik negara lain dan melakukan adu domba secara global bisa memancing Rusia, Iran, cina, Korut, memainkan nuklirnya jika sudah di titik amarah tertinggi. Rudal hipersonik yang pernah teruji hanya milik Rusia, sedangkan US hanya bom atom yang memiliki daya ledak nuklir namun belum pernah di gunakan, coba di cek hanya unisoviet yang pernah melakukan penyerangan menggunakan full senjata roket berhulu ledak nuklir, dan yang mewarisi kekuatan nuklir Soviet hanyalah Rusia. Anda kalau masih dukung si nato, Israel, dan Amerika bikin gaduh seenaknya mencaplok dan menyerang negara negara kecil serta mengadu domba. Saya berharap agar nato dan sekutunya us serta si negara jahannam Israel menyerang Rusia biar sekalian semuanya musnah di ujung rudal dan roket roket pemusnah massal (senjata kiamat Nuklir). Paham…. US itu negara pengadu domba dan perampas gak gak negara lain demi kejayaan negaranya sendiri merampok hasil bumi dengan dalih sanksi militer karena alasan senjata nuklir, teroris, dan narkotika yang semuanya tidak terbukti kebenarannya, justru dengan alasan itu si US dan sekutu nato beserta Israelnya memainkan peran tipu daya buat dunia dan otak kosong percaya akan tuduhan yang sebenarnya tidak benar dan malah memancing negara lemah melawan dan diadu domba sesama demi tercapainya niat busuk mereka para negara biadab tetap bisa hidup dari hasil rampasan perang yaitu berupa kekayaan alam minyak dan gas karena negara US dan sekutunya sudah krisis minyak makanya mereka doyan adu domba dan memberi tuduhan yang tidak benar demi tetap bisa menjadi negara super power tetapi dengan cara yang busuk.
Amerika biangnya teroris dunia!!!
Beraninya keroyokan, nyerang negara kecil pun pakai negara boneka seperti Israel…
Yg terbaru rampok minyak Venezuela…
Alih2 narkoba…
Putin pikir Ukraina bisa dikalahkan hanya 6 hari saja…6 tahun juga belum tentu bisa dilakahkan apalagi Eropa & Amerika Serikat terus suplai senjata ke Ukraina bisa jadi ribuan tentara korut pulang ke negaranya di paket pakai peti mati